SERANG – Wakil Gubernur (Wagub) Banten, Andika Hazrumy berharap Pemerintah Provinsi Banten menambah alokasi dana program pembangunan Rumah Tak Layak Huni (RTLH) secara berkelanjutan. Karena, masih banyak RTLH di delapan kabupaten dan kota yang belum tersentuh bantuan, khususnya di Kabupaten Serang.
Bantuan dari Pemprov Banten melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) kepada Pemkab Serang untuk pembangunan RTLH pada 2019 hanya empat unit. Sedangkan pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) mencapai 400 rumah per-tahun.
“Nanti di 2020 kami berharap ada peningkatan dana secara signifikan untuk Kabupaten Serang,” ujar Andika kepad awak media, kemarin.
Ditanya berapa unit target untuk pembanguan RTLH di Kabupaten Serang, orang nomor dua di Banten itu menyampaikan akan koordinasi dengan Bupati Serang. “Kita koordinasikan terlebih dahulu soal kebutuhan uangnya agar provinsi menunjang biaya yang ada,” katanya.
Sementara itu, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menjelaskan, Pemkab Serang sampai 2019 telah membangun RTLH sebanyak 4.490 unit rumah dan komitmennya atas program tersebut akan terus dilaksanakan pada tahun yang akan datang sampai tuntas.
Tatu menilai, program pengentasan RTLH dapat mengurangi beban terutama dalam hal penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat yang miskin. Dengan harapan, tingkat kemiskinan di wilayah Kabupaten Serang akan semakin menurun. “Kami terus upayakan agar segera diselesaikan,” tuturnya.
Ia menambahkan, sumber anggaran perbaikan RTLH di Kabupaten Serang berasal dari APBN, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Banten, APBD Kabupaten Serang, infak Aparatur Sipil Negara Kabupaten Serang, dan Corporate Social Responsibility.
“Semoga permasalahan ini segera usai dan warga dapat rumah yang layak, karena jujur, bila ada warga yang masih tinggal di rumah yang tak layak, saya merasa sedih. Itu tanggung jawab saya selaku kepala daerah,” ungkapnya.(muh)












