SERANG – Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengaku haus dan selalu ingin mendapat nasihat dari ulama dalam proses menjalankan amanah memimpin Kabupaten Serang.
Karenanya, ia membuat program pengajian bulanan dengan keliling ke setiap kecamatan untuk bisa bersilaturahmi dengan para ulama. “Tidak mungkin saya bisa memimpin Kabupaten Serang tanpa keterlibatan ulama. Saya ingin selalu ingin berdiskusi dan haus akan nasihat dari para ulama. Saya ingin berbagi tugas dengan para alim ulama untuk menciptakan masyarakat yang agamis,” kata Tatu saat pengajian akhir bulan di Kecamatan Jawilan, Selasa, (25/2/2020).
Ia menjelaskan, peran ulama dalam pembangunan daerah sangat dibutuhkan agar pembangunan tetap bernilai religius dan sesuai dengan norma agama. “Pemerintah berperan dalam program pembangunan dan ulama mengajarkan masyarakat bidang agama. Kita berbagi tugas, saling bersinergi. Kabupaten Serang tidak akan maju dan agamis tanpa keterlibatan ulama,” tegasnya.
Dia menilai, perkembangan zaman yang tidak bisa dihindari juga membutuhkan ulama agar masyarakat tidak terbawa dengan perihal yang negatif. Oleh karenanya, sinergi Pemkab Serang dan Ulama tidak akan terhenti.
“Ditambah pengaruh sosial media sangat kuat terhadap anak-anak. Jadi ibu-ibu sebagai madrasah pertama dan utama bagi anak-anak, harus juga dekat dengan ulama,” tuturnya.
Selain itu, Tatu menegaskan pengajian bulanan rutin yang dilakukan oleh Pemkab Serang tidak akan dihilangkan. Sebab, beredar informasi hoaks yang menyebutkan pengajian bulanan sudah dihilangkan.
“Bahaya kalau kegiatan pengajian dihilangkan, karena sebagai ajang silaturahmi antar warga, antara ulama dengan pemerintah. Memang dulu dilakukan di pendopo, sekarang pengajian bulanan berkililing ke kecamatan-kecamatan,” tegasnya.
Orang nomor satu di Kabupaten Serang tersebut kemudian menyampaikan sejumlah program bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga keagamaan. Sejumlah program bidang keagamaan yakni bantuan pembangunan pondok pesantren, insentif guru ngaji, insentif guru madrasah diniyah dan TPQ, hingga beasiswa bagi penghafal Alquran.
“Kami ingin terus mendapat nasihat dari ulama dalam proses pengambilan kebijakan dan program Pemkab Serang,” jelasnya.
Turut hadir, Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa, Sekretaris Daerah Kabupaten Serang Tb Entus Mahmud, pejabat eselon II dan III Kabupaten Serang, para ulama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda di Kecamatan Jawilan.
Ketua Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kecamatan Jawilan, Ustad Ahmad Sumiyadi menyampaikan terima kasih kepada Bupati Serang karena menyempatkan waktu bersilaturahmi dengan masyarakat dan para ulama.
“Para ulama sangat merasakan kebersamaan dengan Ibu Bupati dan jajaran Pemkab Serang,” katanya.(muh)











