SERANG – Mahpud MD, anggota Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengatakan, meski ditengah perbedaan dalam politik, kebersatuan harus tetap dijaga. Demikian dikatakan Mahfud usai menjadi narasumber pada seminar kebangsaan di UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten, Kota Serang, Senin (18/3/2019).
“Boleh saja bermusuhan secara politik dalam rangka kebebasan dan kesamaan kedudukan, tetapi jangan sampai merusak kebersatuan, itu yang penting,” katanya.
Dikatakan Mahfud, dalam demokrasi terdapat tiga kunci, yaitu Kebebasan (Liberte), kesamaan kedudukan antar warga negara (Egalite), dan kesejahteraan bersama (Fraternite).
“Artinya tujuan bersama dalam frularisme itu, kebersatuan sebagai kunci mencapai kesejahteraan bersama itu harus dijaga,” ujarnya.
Oleh sebeb itu Mahfud menuturkan, isu-isu yang dibangun itu tidak boleh isu yang memecah belah. Seharusnya isu yang dibangun itu, tentang bagaimana konsep pembangunan bangsa kedepan.
Menurut pria mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu, karena Pemilu merupakan sebuah mekanisme untuk memilih pemimpin. Maka siapapun yang terpilih itu harus didukung bersama. “Yang kalah bergabung kepada yang menang untuk mendukung, dan yang menang tidak boleh sewenang-wenang terhadap yang kalah untuk maju bersma,” tegasnya.
Mahfud otimis, bahwa Pemilu yang akan diselenggarakan satu bulan lagi. Akan berjalan dengan baik dan lancar. Hal itu dikarenakan, kondisi Pemilu saat ini menurutnya masih dalam posisi torelibel. Meskipun gejala-gejala mulai muncul. Pemilu diibaratkan seperti hidup dan mati.
“Kondisi Pemilu saat ini, ada perbedaan ada kelompok, tetapi tidak sampai mengganggu keamanan, ucapnya.
Menurut Mahfud, perbedaan pendapat lebih ramai di media sosial, dan smart phone. Adapun ditingkat rakyat, pada umumnya berjalan dengan baik-baik saja. (Opi)













