SERANG – Wilayah Kabupaten Serang kembali terkena banjir yang terjadi usai curah hujan yang tinggi pada Sabtu (19/3/2022). Kali ini terjadi di Kampung Pasauran RT/RW. 07/03 Desa Umbul Tanjung, Kecamatan Cinangka.
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Joni Efendi membenarkan kejadian tersebut. Kata dia, hujan yang turun sejak pukul 00.30 WIB menyebabkan air Kali Cilencang meluap.
Alhasil, 16 rumah tergenang. Lalu sarana fasos dan fasum, ada sebuah Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Mubtadiin, delapan unit perahu rusak ringan dan lima rusak berat. Berikutnya kurang lebih 500 meter kebun mentimun tergenang dan 3.000 ikan mujair hilang terbawa banjir.
BPBD sendiri telah melakukan penanganan. “Alhamdulilah sudah surut, semuanya telah kondusif dan tidak ada korban jiwa,” ujarnya.
Kepala BPBD Kabupaten Serang, Nana Sukmana menjelaskan, kejadian banjir tersebut di akibatkan oleh hujan deras dan meluapnya air sungai Cilencang sehingga menyebabkan rumah warga dan Ponpes Al-Mubtadiin terendam.
“Tidak ada korban jiwa hanya kerugian materiil. Kami akan terus memantaunya dan mengirimkan bantuan yang diperlukan oleh warga terdampak,” jelasnya.
Sementara itu, dalam hari yang sama, di Kabupaten Serang juga terjadi bencana kebakaran tepatnya di Pondok Pesantren Qiroatul Mubtadin, Kampung Kadu Marenah, Desa Keramat Laban, Kecamatan Padarincang. Kejadian itu diduga karena korsleting listrik.
“Kejadian tersebut diakibatkan oleh korsleting listrik yang menimbulkan percikan api sehingga api menjalar ke bahan bangunan yang mudah terbakar,” ungkap Nana.
Akibat peristiwa itu, sebanyak delapan ruangan santri terbakar dan untuk sementara ini para santri tinggal di mushola. “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Kejadian pukul 18.25 WIB dan api berhasil dipadamkan dengan bantuan warga pada 19.40 WIB,” terangnya.(muh)















