LIVERPOOL – Tampil trengginas di Premier League ternyata tak cukup membawa Liverpool juara. Liga Champions bakal jadi obat penawar kekecewaan yang pas untuk Si Merah.
The Reds musim 2018-2019 menunjukkan perjuangan luar biasa di liga domestik, dengan mengumpulkan 97 poin dan cuma kebobolan 22 gol. Bahkan hanya kalah sekali dan lebih dari 100 hari menguasai puncak klasemen Premier League.
Tapi, itu saja tak cukup mengantarkan Angsa Merah jadi pemenang karena Manchester City tampil lebih hebat. The Citizens menyegel trofi dengan unggul satu poin. Padahal, Manchester Biru kalah empat kali sepanjang kompetisi, tapi mendapat 32 kemenangan, dua lebih banyak ketimbang lawan.
Wajar hasil membuat kecewa para pemain yang sudah berjuang begitu keras mengakhiri puasa gelar liga selama 29 tahun.
“Ketika anda meraih 30 kemenangan dari 30 laga, maka di awal musim anda akan berpikir sudah cukup mengantarkan skuat di puncak teratas. Tapi jelas The Sky Blues lebih baik ketimbang kita. Mengecewakan, namun kami harus bangga dengan apa yang sudah dicapai,” ujar gelandang Liverpool, James Milner, seperti dikutip situs resmi tim.
“Sayangnya selisihnya tipis sekali, tapi jelas apa yang kami lakukan di awal pekan kemarin memberi kesempatan bagi kita untuk menebus kekecewaan dan mendapatkan titel, karena saya rasa semua penggawa pantas mendapat trofi,” ucapnya.
Kesempatan terakhir untuk menggenggam piala masih terbuka. Tepatnya di final Liga Champions kontra Tottenham Hotspur 1 Juni mendatang. Bakal jadi final kedua beruntun The Reds yang berupaya membayar kekalahan dari Real Madrid musim lalu.
“Fans sudah begitu luar biasa menyemangati kami ketika dibutuhkan dan selalu bersama-sama ketika melalui kesulitan. Dan seperti yang saya katakan, tidak cuma pemain tapi juga para fans pantas mendapatkan Piala Si kuping Besar,” jelasnya.
Oleh karenanya, berjanji tampil dengan kekuatan terbaik. “Saya akan tunjukkan bahwa kitalah yang layak jadi number one di Benua Biru,” pungkasnya.(detik.com)













