CILEGON – Aliansi organisasi kemahasiswan yang tergabung dalam Front Mahasiswa Cilegon menggelar aksi damai dalam menanggapi persoalan daerah pada Jumat (9/8/2019).
Aliansi terdiri dari PMII Kota Cilegon, GMNI Kota Cilegon, KAMMI kota Cilegon, HMI Cabang Cilegon, dan Ikatan Mahasiswa Cilegon (IMC) tersebut, melakukannya di depan kantor walikota Cilegon.
Mereka semua mengangkat isu-isu terkait kesejahteraan sosial di Kota Cilegon dan dalam unjuk rasa menggugat Walikota dan Wakil Walikota Cilegon dengan 10 gugatan.
1. Tuntaskan RPJMD Kota Cilegon 2016-2021
2. Mendesak reformasi birokrasi sebagai wujud pemerintahan yang profesional dengan karakteristik, berintegrasi,
berkinerja tinggi, bebas dan bersih KKN, mampu melayani publik, netral, sejahtera, berdedikasi, dan memegang
teguh nilai-nilai dasar dan kode etik aparatur negara.
3. Laksanakan kesejahteraan Buruh, Petani dan Nelayan
4. Laksanakan Pemerataan Pendidikan
5. Stop kekerasan perempuan dan Anak
6. Selesaikan ketimpangan ekonomi
7. Laksanakan mitigasi bencana Industri
8. Berani perangi Korupsi, Kolusi dan Nepotisme
9. Laksanakan pemerataan pembangunan daerah
10. Laksanakan tata kelola pembangunan kota yang matang dan bermanfaat.
Ketua PMII Kota Cilegon, Edi Junaidi mengatakan bahwa aksi tersebut adalah suatu bukti penyampaian aspirasi mahasiswa dan menuntut pemerintah untuk membuat kebijakan yang berpihak pada rakyat.
“Kami berharap Pemerintah Kota Cilegon serius dalam melakukan pembangunan Daerah jangan hanya menjadi euforia semata,” Ungkap Edi.
Demonstrasi yang dilakukan Mahasiswa dari berbagai organisasi tersebut sempat diwarnai ricuh, karena tidak adanya unsur pemerintah yang bersedia keluar menemui massa aksi.(Wahid)













