SERANG – Banyak kegiatan positif yang dilakukan oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Kelas IIA Serang. Hal tersebut dilakukan, agar WBP yang sudah keluar dari Lapas bisa mempunyai keterampilan.
Berbagai macam pelatihan dari kerajinan tangan seperti pembuatan angklung, keterampilan membuat baju, bercocok tanam hingga membuat bubuk jahe merah.
Bahkan, produk hasil olahan tangan WBP itu mulai dipasarkan. Hanya saja, untuk sementara masih dijual ke pengunjung lapas serta masyarakat luas jika ada yang memesan. Untuk hasil penjualannya, dibagi dua antara WBP dengan pengelola lapas sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
“Kalau yang binaan saya ada empat orang, tapi banyak WBP dari blok lain yang datang ke sini untuk belajar. Ada angklung dan juga kerajinan dari anyaman lidi yang bahan bakunya dari daun kelapa sawit,” kata WBP Lapas Klas IIA Serang, Dedi, saat ditemui di dalam lapas, Selasa, (30/07/2019).
Produknya tersebut dihargai mulai dari Rp 8 ribu untuk satu piring dari anyaman lidi, tempat kue Rp 15 ribu, keranjang buah Rp 25 ribu hingga lampu hias seharga Rp 50 ribu.
Sedangkan untuk hasil dari keuntungan penjualan, 35 persen untuk biaya produksi, 15 persen untuk PNBP, dan 50 persennya diperuntukkan bagi WBP.
“Kami hanya kesulitan di bahan baku lidi pohon sawit, kemudian setiap kali penjualan kita bagi hasil dengan WBP. Harapannya setelah keluar dari sini, mereka (WBP) punya keahlian,” ungkap Kasubsi bimbingan kerja Lapas Klas II A Serang, Sukar.(Yoman)














