SERANG – Kementerian sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) kembali membagikan Kartu Kesejahteraan Sosial (KKS) kepada Warga Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang yang tergabung dalam Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Selasa (30/7/2019).
Pembagian kartu yang sudah masuk ke tahap kedua tersebut digunakan untuk mengambil bahan pangan pada program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Pendamping Bantuan Sosial (Bansos) Pangan, Kemensos RI, Darojat mengatakan, pihaknya membagikan KKS kepada para KPM non Program Keluarga Harapan (PKH) pada 15 desa yang ada di Kecamatan Kramatwatu. Pembagiannya dilakukan dalam dua tahap, yakni tahap pertama telah dibagikan sebanyak 756 KPM dan tahap kedua yaitu sebanyak 285 KPM.
“Ini tahap keduanya, sebelumnya tahap pertama sudah diberikan melalui Himpunan Bank Negara (Himbara),” katanya kepada wartawan.
Meski demikian, jumlah KKS yang dibagikan tersebut belum sepenuhnya diberikan kepada keseluruhan KPM, sebab ada sebagian data yang tidak sinkron. Tapi ia mengaku belum mengetahui jumlah pastinya.
“Ada beberapa KPM yang pindah domisili dan juga meninggal dunia. Makanya tidak semua menerima KKS dan rata-rata memang banyak yang meninggal,” tuturnya.
Lebih lanjut, kata Darojat, setelah semua warga menerima KKS, maka enam e-warong yang ada di Kecamatan Kramatwatu akan melakukan Pre-order (PO) kepada suplier yaitu PT Aam. Per KPM nantinya akan menerima 10 kilogram beras jenis premium dari suplier.
“Di daerah lain yang saya tahu sudah ada penyerapan itu di Kecamatan Tanara dan Cinangka,” ungkapnya.
Salah satu KPM asal Kramatwatu, Warsiti menyampaikan bahwa pihaknya harus mengantri cukup panjang untuk menerima KKS. “Saya mulai mengatri pada pukul 08.00 sampai dengan 11.00 WIB. Berjam-jam saya harus menunggu, soalnya waktu pengambilan tidak langsung tapi harus absen dan tandatangan,” bebernya.
Dia menuturkan, setelah menerima KKS, diminta untuk menunggu bantuan turun dari pusat berupa uang yang akan masuk ke ATMnya. “Belum tau kapan uangnya masuk ke rekening. Saya sih taunya nanti ngambil berasnya di kelurahan,” terangnya.
Dia berharap, bantuan kali ini lebih baik dari sebelumnya, terlebih jenis beras yang menjadi bahan pokok dalam makan sehari-hari.
“Mudah-mudahan berasnya gak kaya raskin (beras miskin) kemarin, sudah mah sering telat dan kuning,” bebernya.(muh)













