SERANG – Sebanyak 70 pemuda dan pemudi yang berasal dari empat Organisasi Kepemudaan (OKP) di Kabupaten Serang, dilatih kegiatan kewirausahaan. Acara yang diprakarsai oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) berlangsung di Gedung PKPRI Kabupaten Serang, Kamis (12/12/2019).
Pantauan langsung, puluhan pemuda dari OKP KNPI, Karang Taruna, Purna Paskibraka Indonesia (PPI), Forum Kewirausahaan Pemuda (FKP), dilatih pembuatan interior dari bahan multiplek dan HPL yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB.
Awalnya, mereka diberi materi oleh perwakilan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) terkait legalisasi kelompok usaha dan perizinan soal izin usahanya.
Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga di Disporapar Kabupaten Serang, Suprijady mengatakan, ini merupakan kegiatan terakhir di Disporapar terkait kewirausahaan.
“Kami ajarkan pembuatan interior menggunakan multipleks dan HPL. Artinya triplek yang dilapisi aksesoris. Diikuti empat OKP dari total 14 yang kita bina,” papar Suprijady kepada awak media, Kamis (12/12/2019).
Tujuannya sendiri, supaya di 2020 punya kelompok wirausaha dari OKP, melalui kegiatan yang sedang dijalani sekarang. “Kami ingin di 2020 mendatang, pemuda pemudi yang ada di OKP bisa berwirausaha. Kan bisa membuka lapangan pekerjaan sendiri supaya mandiri,” ucapnya.
Makanya, di kegiatan hari ini diajarkan bagaimana mendisain, melakukan pemotongan yang baik, dan penempelan yang rapih.
“Pasca acara, akan kami beri bantuan peralatan berupa bahan papan dan HPL, alat potong, alat tempel, dan alat penghalusan untuk setiap kelompok. Supaya berlanjut dan hasilnya akan kita awasi,” tuturnya.
Sementara Kepala Seksi Pemuda di Disporapar Kabupaten Serang, Elan Ruslan menyampaikan, kegiatan yang dilaksanakan merupakan agenda tahunan. Tapi berbeda beda jenis pelatihannya dan OPK yang diundang.
“Dulu pernah di 2017 kami adakan sablon dan print digital. Kemudian ukir-ukiran dari bahan dasar sendal dan batok kelapa yang sekarang masih berlangsung di Jawilan dan Pontang,” terangnya.
Di masa yang akan datang, kata dia, akan terus digalakkan. Namun, pasca kegiatan akan dipantau perdua bulan sekali untuk melihat peningkatan atau penurunan di OKP.
“Intinya kita evaluasi lah, supaya apa yang kami lakukan tidak mubajir. Lagipula bisa mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Serang. Kita akan lihat perkembangannnya, bila meningkat kami tambah alatnya. Kalau turun dicarikan solusi bersama dengan Diskoperindag,” tutupnya.(muh)














