Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengambil langkah tegas dengan merombak jajaran pimpinan di tiga komite utama federasi. Perubahan ini diumumkan pada Selasa (16/9/2025), sebagai bagian dari upaya PSSI untuk melakukan perbaikan tata kelola dan profesionalisme. Tiga komite yang mengalami pergantian pimpinan adalah Komite Wasit, Komite Disiplin (Komdis), dan Komite Teknis dan Pengembangan.
Perombakan ini menjadi respons langsung dari masukan publik dan hasil evaluasi internal yang menyoroti sejumlah masalah, terutama terkait kinerja wasit dan penegakan sanksi di kompetisi domestik.
1. Komite Wasit Dikelola Langsung oleh Tenaga Profesional Asal Jepang
Jabatan Ketua Komite Wasit yang sebelumnya dirangkap oleh Erick Thohir kini diserahkan kepada sosok asal Jepang, Yoshimi Ogawa. Keputusan ini diambil setelah FIFA menyarankan agar jabatan Ketua Umum dan Ketua Komite Wasit tidak dipegang oleh satu orang yang sama. Dengan penunjukan ini, PSSI berharap perwasitan di Indonesia akan lebih profesional dan mandiri.
”Kami ingin perbaikan sistem perwasitan, dan kami tahu banyak suara yang ingin ada perbaikan di Komdis dan Komding. Ini bagian dari kami untuk memperbaiki sistem secara menyeluruh,” ujar Erick Thohir.
2. Ketua Komdis Diganti, Penegakan Sanksi Diharapkan Lebih Tegas
PSSI juga merombak kepemimpinan di Komite Disiplin. Posisi Ketua Komdis kini dipegang oleh Umar Husein, yang menggantikan Eko Hendro Prasetyo. Perubahan ini dilakukan untuk menanggapi berbagai protes dan kritik terhadap keputusan Komdis yang dinilai kurang tegas atau tidak konsisten. Dengan pimpinan baru, PSSI berharap penegakan sanksi bisa lebih adil dan tanpa pandang bulu.
3. Komite Teknis Dipimpin Direktur Teknik PSSI yang Baru
Pergantian juga terjadi di Komite Teknis dan Pengembangan. Posisi Ketua yang sebelumnya dijabat oleh Ratu Tisha Destria kini diisi oleh Direktur Teknik PSSI yang baru, Alexander Zwiers. Penunjukan ini bertujuan untuk menyelaraskan visi dan program antara komite teknis dengan arahan dari Direktur Teknik PSSI, demi memastikan pengembangan sepak bola nasional berjalan lebih terstruktur dan sesuai dengan standar internasional.
Perombakan di tiga komite ini menunjukkan komitmen PSSI untuk melakukan reformasi total. Dengan pimpinan baru yang diharapkan lebih fokus pada tugas masing-masing, PSSI berharap bisa membawa perbaikan signifikan pada sistem sepak bola Indonesia. (IDN/*)















