Ratusan pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam berbagai asosiasi dijadwalkan akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran hari ini, Rabu (17/9/2025). Aksi ini akan dipusatkan di dua lokasi utama: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
Tuntutan utama para pengemudi ojol dalam aksi ini adalah perbaikan sistem tarif yang dinilai memberatkan. Mereka menuntut Kemenhub untuk segera merevisi Peraturan Menteri Perhubungan (PM) Nomor 12 Tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat. Para asosiasi ojol menilai tarif yang berlaku saat ini tidak sebanding dengan biaya operasional, seperti bensin, perawatan motor, dan potongan yang dikenakan oleh aplikator.
Selain masalah tarif, para pengemudi juga menyoroti isu-isu lain yang berdampak langsung pada kesejahteraan mereka. Salah satu tuntutan lainnya adalah transparansi perhitungan bonus dan insentif dari pihak aplikator. Mereka juga mendesak pemerintah untuk menetapkan status pengemudi ojol sebagai pekerja alih-daya (outsourcing) atau pekerja tetap, bukan sebagai mitra, agar hak-hak mereka sebagai pekerja dapat terlindungi.
Perwakilan dari salah satu asosiasi, mengungkapkan bahwa aksi ini merupakan puncak dari berbagai pertemuan yang tidak membuahkan hasil signifikan dengan pihak-pihak terkait. “Kami sudah mencoba berbagai cara, mulai dari dialog hingga audiensi, namun belum ada respons yang memuaskan. Aksi ini adalah jalan terakhir untuk menyuarakan aspirasi kami,” ujarnya.
Aksi demonstrasi ini diperkirakan akan menyebabkan penumpukan lalu lintas di sekitar area Kemenhub di Jalan Medan Merdeka Barat dan Gedung DPR di Jalan Gatot Subroto. Pihak kepolisian telah menyiapkan rekayasa lalu lintas dan personel keamanan untuk mengawal jalannya aksi. Masyarakat diimbau untuk mencari jalur alternatif guna menghindari kemacetan. (*/IDN)















