SERANG – Pada pelaksanaan babak Prakualifikasi Pekan Olahraga Nasional (Pra PON) cabang olahraga (cabor) sepatu roda yang akan digulirkan September nanti di Bekasi, Jawa Barat, tim Banten dipastikan sudah memiliki amunisi. Enam atlet yang terdiri dari tiga putra dan tiga putri tengah dipersiapkan dengan maksimal.
Hal itu disampaikan Bidang Humas Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Nasional Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Pengprov Porserosi) Banten, Wella Fitriyanti.
“Mereka adalah atlet terbaik yang kami miliki. Sudah dipantau dari hasil Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pekan Olahraga provinsi (porprov) V Banten, Kejuaraan daerah (Kejurda), dan hasil seleksi. Jadi kualitasnya tak usah diragukan. Namun, saya minta maaf karena belum bisa dipublish untuk nama. Bagian dari strategi,” papar Wella.
Tapi yang jelas, Wella melanjutkan, semuanya akan berlaga di nomor jarak jauh dan sprint. “Sengaja di sana (jarak jauh dan sprint), karena pengurus melihat kans untuk lolos ke PON XX Papua lebih besar ketimbang kategori lainnya. Lalu, andalan Banten memang di kelas tersebut, seperti PON XIX Jawa Barat dapat perunggu dari nomor jarak jauh 42 kilometer,” bebernya.
Disingung tempat latihan Pemusatan latihan Daerah (Pelatda), wanita yang juga menjabat sebagai Ketua Umum pengurus Cabang (Pengcab Porserosi) Kota Serang itu mengungkapkan di daerah BSD, Kabupaten Tangerang.
“Lintasan yang sesuai standar nasional ada di sana. Atlet berlatih tiga kali dalam seminggu dan dilatih oleh Om Bayu,” jelasnya.
Sementara untuk lawan yang perlu diwaspadai, berdasarkan pengamatan dan intelejen sport, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat bisa jadi batu sandungan.
“Tiga daerah ini perlu diwaspadai, sebab memiliki catatan prestasi yang bagus di Pra PON dan PON, apalagi mereka adalah kiblatnya olahraga sepatu roda,” pungkasnya.(muh)












