SERANG – Pasca memastikan tiket menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 Papua, tim futsal Banten ditarget untuk mendulang medali emas di Bumi Cenderawasih. Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Banten, Fahmi Hakim.
Politisi asal Golkar itu menyampaikannya, saat menerima skuat futsal yang baru saja berlaga di babak prakualifikasi. Pantauan langsung, rombongan diterima Kamis (19/12/2019) malam pukul 22.00 WIB, dikediamannya di Ciracas, Kota Serang.
Kata dia, futsal adalah satu-satunya harapan Asprov PSSI Banten untuk mengukir prestasi di Papua usai tim sepakbola putra dan putri tak mampu berkutik di babak penyisihan.
“Nah, harapan kami dari futsal. Oleh karenanya, akan kita maksimalkan persiapannya. Pokoknya harus dapat medali emas karena membawa nama besar daerah,” tekadnya.
Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Banten periode sekarang, juga meminta kepada Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Banten untuk segera membuat perencanaan dengan detail dan matang.
“Saya minta program jelas selama sembilan bulan ke depan bagaiamana. Lalu terkait anggaran, berapa yang dibutuhkan dan apa saja yang diperlukan untuk mempersiapkan skuat lebih maksimal menuju Papua,” jelasnya.
Pada kesempatan yang ada, dirinya tak lupa memberikan bonus yang tak bisa disebutkan nominalnya.
“Adalah sedikit support dari saya untuk pengganti lelah dan keringat mereka semua di Sumedang, Jawa Barat, beberapa hari yang lalu. Pesan saya, teruslah giat berlatih dan jangan jadikan kemenangan kemarin uforia yang berlebihan. Segera fokus untuk tujuan utama di PON XX/2020 Papua,” tegasnya.
Sementara Ketua AFP Banten, Edy Irianto berjanji akan mempersiapkan pemain lebih baik oke lagi dan berusaha mewujudkan medali emas PON yang diinginkan Asprov PSSI Banten.
“Kita masih punya waktu persiapan sembilan bulan, jadi akan coba dioptimalkan,” katanya.
Disinggung soal pemain profesional, pria yang juga berprofesi sebagai Polisi tersebut menyampaikan, tidak terlalu membutuhkannya.
“Memang di Pra PON kemarin, kami tak memiliki satu pemain pro di dalam tubuh skuat. Namun, setelah melihat banyak daerah yang menggunakan penggawa pro namun bertumbangan, menandakan tak ada jaminan bisa sukses. Yang penting bagaimana mempersiapkan diri lebih awal jadi kunci kesuksesan dan keberhasilan,” pungkasnya.(muh)











