SERANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten diminta serius dalam melakukan seleksi terhadap jajaran direksi dan komisaris untuk PT. Agrobisnis Banten Mandiri atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Agrobisnis. Hal ini disampaikan Ketua Komisi III DPRD Banten, Gembong R Sumedhi, Jumat (20/12/2019).
“Pemilihan sumberdaya manusia (SDM) untuk BUMD tersebut haruslah orang-orang yang mempunyai kompetensi di bidang agrobisnis,” katanya.
Ia menjelaskan, legislatif tidak mau jika perusahaan yang baru saja dibentuk Pemprov Banten itu hanya akan membenani APBD.
“Catatan khususnya, pertama soal pimpinan yang harus diisi oleh orang yang tepat. Seleksinya harus benar-benar serius. Pilih orang yang kompeten. Yang punya kapasitas yang pas untuk duduk di situ. Karena sebarapapun penyertaan modal yang diberikan kalau nggak kompeten yah sama saja jadi beban,” katanya.
Catatan kedua, lanjut Gembong, terkait transparansi penggunaan anggaran dari penyertaan modal yang diberikan kepada BUMD Agrobisnis. “Biar semua stakeholder juga bisa melihat bagaiman transparansi penyaluran dananya digubnakna untuk apa saja,” katanya.
Politisi PKS ini juga berharap, PT. Agrobisnis Banten Mandiri dapat memainkan peran sesuai fungsinya.
“Artinya bagaimana keberadaan BUMD tersebut bisa betul-betul menjadi pintu untuk mensejahterakan petani. Dan petani nggak pusing menjual (hasil tani). Nggak berurusan dengan tengkulak, karena semua dikoordinasikan BUMD,” jelasnya.(net)












