SERANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Serang pimpinan Tarkul Wasyit, S.IP, M.Si sebagai Pelaksana Tugas (Plt) dan Sekretarisnya Benny Yuarsa, ATD.M.Si, terus berupaya mengoptimalkan fungsi terminal di wilayah yang menjadi naungannya pada tahun ini. Salah satu upayanya dengan menggandeng Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (Damri).
Terminal binaan Dishub Kabupaten Serang sendiri adalah terminal tipe C dan kini sudah ada empat. Yakni, Terminal Tanara, Terminal Cikande, Terminal Tunjungteja dan Terminal Anyar.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Kabupaten Serang, Tarkul Wasyit S.IP, M.Si mengatakan, keberadaan terminal tipe C untuk memfasilitasi transportasi warga hingga ke pedesaan. Karena itu, pihaknya terus melakukan inovasi untuk mengoptimalkan fungsi terminal tersebut.
Salah satu terobosan yang sudah dilaksanakan, yaitu bekerjasama dengan Damri. Tujuannya, supaya bus Damri dapat menggunakan fasilitas terminal sesuai dengan trayeknya. “Ini sudah berjalan dan mereka punya jalur yang melewati terminal kita,” katanya.
Ia menyampaikan, dengan adanya bus Damri yang beroperasi, dapat merangsang pengusaha transportasi lainnya untuk mengisi rute itu. Sehingga ke depannya, kebutuhan transportasi umum masyarakat dapat terpenuhi untuk menunjang mobilitas.
Dishub Kabupaten Serang pun sudah menempatkan personel di empat terminal yang ada. Di mana para petugas memiliki kewajiban setiap hari untuk mengatur ke luar masuknya angkutan umum.
“Kami juga sudah atur angkutan umum lainnya untuk berhenti di terminal kita, supaya tidak berhenti di sembarang jalan yang bisa menimbulkan kemacetan,” ucapnya.
Selain memaksimalkan fungsi terminal, pada tahun 2022 Dishub Kabupaten Serang melaksanakan pemeliharaan pada dua dermaga di daerah kepulauan. Baik di Dermaga Pulau Tunda maupun Dermaga Pulau Panjang. Perawatan dua dermaga tersebut dalam rangka penyediaan transportasi laut untuk warga yang berada di area kepulauan.
Selanjutnya, kata Tarkul, Dishub Kabupaten Serang berencana memasang Penerangan Jalan Umum (PJU) di lebih dari 300 titik. Penempatan PJU ini berdasarkan banyaknya usulan masyarakat. “PJU menjadi penting untuk memberikan keamanan, keselamatan dan kenyamanan berlalu lintas kepada pengendara,” ujarnya.
Lalu, pihaknya berniat mengusulkan pembangunan pos perlintasan kereta api kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Alasannya, masih ada enam perlintasan kereta api yang belum berpalang sehingga rawan kecelakaan.
“Pembuatan pos tersebut menjadi kewenangan Pemprov Banten, makanya kita akan usulkan. Kemudian pengisian Sumbder Daya Manusia (SDM) nya dari kita,” pungkasnya.(muh)















