SERANG – Momen Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy mengalungkan bunga ke mantan pacarnya yang saat ini menjadi istrinya, Adde Rosi Khoerunnisa meramaikan suasana pelantikan Pengurus Himpaudi Provinsi Banten, di Pendopo Gubernur Banten, Kamis (18/7/2019)
Momen pengalungan bunga tersebut sebagai bentuk penghargaan terhadap Adde Rosi atas jasa dan konstribusinya dalam dunia pendidikan anak usia dini selama ini, yang diberikan oleh organisasi Pendidik dan Tenaga Pendidik anak usia dini Indonesia tersebut.
Lantaran selama ini, Adde Rosi sangat lama bergelut didunia pendidikan anak usia dini, jauh sebelum sang suami menjabat sebagai Wakil Gubernur Banten.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengatakan kebanggan dirinya terhadap sang istri yang turut berkonstribusi dalam dunia pendidikan melaluo organisasi Himpaudi.
Lebih lanjut andika mengatakan berdirinya HIMPAUDI atau himpunan pendidik anak usia dini membantu pemerintah menangani tugas-tugas kependidikan usia dini. HIMPAUDI diharapkan dapat menjadi wadah bagi para pendidik dan tenaga kependidikan untuk saling asah, asih dan asuh dalam rangka meningkatkan mutu program Pendidikan anak usia dini secara optimal.
“Dan juga dapat mengoptimalkan pemahaman dan pengembangan pengetahuan serta keterampilan tentang program pendidikan anak usia dini yang selama ini dirasa masih kurang,” ujarnya
Mengutip data Neraca Pendidikan Daerah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI tahun 2018, wagub mengatakan, jumlah peserta didik PAUD di Provinsi Banten
mencapai 204.284 peserta didik, dengan 7.664 pendidik dan 6.996 satuan pendidikan PAUD.
Dari sisi siklus kehidupan, lanjut wagub, usia 3-6 tahun diyakini sebagai periode keemasan dalam membangun karakter dan kecerdasan komprehensif sehingga penguatan pendidikan karakter sudah harus dimulai sejak anak lahir.
“Pendidik dan tenaga kependidikan di lembaga PAUD memegang peran penting dalam pembentukan karakter sejak dini,” ujarnya.
Untuk itu, wagub memandang diperlukan pemerataan keberadaan lembaga PAUD untuk dapat memberi kesempatan belajar bagi anak usia dini secara merata di seluruh wilayah Provinsi Banten.
Terakhir, secata tegas Andika mengatakan meski secara kewenangan pendidikan anak usia dini bukan wewenang Provinsi Banten, namun secara moral Pemprov Banten akan berusaha melakukan pembinaan dengan tujian peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini di Provinsi Banten.
Sementara itu, Ketua HIMPAUDI Banten Yayah Rukhiyah mengatakan pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi para pendidik PAUD di Banten. Hal itu dilakukan diantaranya dengan melakukan akreditasi lembaga PAUD bekerjasama dengan BAN PT.
“Sudah meningkat tahun ini (lembaga terakreditasi), targetnya seribu tahun ini saja di Banten. Insyaallah akan tercapai bila mana bersinergi semuanya,” ujar Yayah Rukhiyah
Lebih jauh yayah meminta pemerintah kabupaten/kota di Banten untuk dapat membantu lembaga PAUD di daerahnya agar dapat menyelenggarakan pendidikan anak usia dini dengan baik. Diungkapkan Yayah, saat ini masih ada pemerintah daerah di Banten yang belum menganggarkan honor atau insentif bagi pendidik PAUD di daerahnya, dengan alasan keterbatasan anggaran daerah. Pemerintah daerah dimaksud adalah Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang.
“Harapan kami agar daerah peduli kepada guru paud yang secara finansial belum sejahtera,” pungkasnya. (Dhan/tmn)













