SERANG – Meski sudah diputuskan bahwa cabang olahraga (cabor) balap sepeda tidak akan dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 di Papua, namun salah satu cabang yang masuk Olimpiade ini tetap yakin dipertandingkan.
Hal itu disampaikan Ketua Umum Pengurus Provinsi Ikatan Sport Sepeda Indonesia (Pengprov ISSI) Banten, Agus Prasetyo. Kata dia, hasil rapat terbatas dengan Presiden RI atas permintaan tuan rumah PON XX yang hanya mampu melaksanakan 37 cabor, maka cabang yang ditiadakan tetap dilangsungkan di provinsi lain dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam pesta olahraga terbesar di Tanah Air tersebut.
“Insya Allah demikian. Kami juga sudah dapat surat tembusannya dari KONI pusat. Sekarang, Banten dan beberapa provinsi lain sedang melobi Pengurus Besar (PB) ISSI untuk mencari daerah mana yang siap melaksanakan hajat PON balap sepeda,” papar pria yang kerap disapa Yoyo oleh rekan-rekannya ini kepada awak media, Senin (10/14/2019).
Yoyo memprediksi ada dua daerah yang diyakini siap yakni Kota Palembang dan DKI Jakarta. Soalnya sudah memiliki fasilitas sarana dan prasarana yang memadai. Kalaupun tidak, tetap masih ada Kabupaten Keerom, Papua.
“Bupati Keerom Muh. Markum melayangkan surat kepada PB ISSI pada 3 September 2019 lalu, yang menyatakan bersedia membangun venue balap sepeda yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2019 dan 2020. Jadi Insya Allah balap sepeda tetap ada di PON XX nanti,” ucapnya.(muh)










