SERANG – Tim futsal Banten mulai merajut asa ke Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 Papua. Enam belas pemain terbaik telah bertolak dari Tanah Jawara menuju Jatinagor, Sumedang, Jawa Barat, pada Jumat (13/12/2019), untuk melakoni babak prakualifikasi.
Sebelum berangkat, mereka lebih dulu dilepas oleh Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Banten disekretariat KONI Kota Serang pada pukul 10.30 WIB. Prosesi dilakukan oleh Ketua Harian Asprov PSSI Banten Deni Arisandi. Kemudian bertolak ke KONI Banten untuk meminta restu baru jalan ke Tanah Pasundan.
Ketua Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Banten, Edy Irianto mengatakan, futsal sudah siap tempur menuju arena pertandingan. “Kami selaku AFP sudah menyeleksi ketat putra terbaik yang dimiliki Banten. Hasilnya, terpilih lah 16 pemain terbaik,” papar Edy kepada awak media.
Persiapan pun, diakuinya sudah optimal. Di mana telah menjalani pemusatan latihan selama tiga bulan penuh.
“Untuk itu, saya meminta doa dan dukungannya dari seluruh masyarakat Banten untuk kesuksesan futsal di Sumedang nanti,” ucapnya.
Di Pra PON nanti, Banten yang bergabung di Grup C, akan bersua dengan Kalimantan Selatan pada Senin (16/12/2019). Lalu berjibaku dengan Bangka Belitung pada Selasa (17/12/2019), dan terakhir meladeni Lampung di Rabu (17/12/2019).
“Kita harus menyapu bersih poin penuh bila ingin melaju ke Papua. Kan di Pra PON futsal, dibagi delapan grup. Jadi, hanya pemuncak klasemen di masing-masing pool yang berhak mendapat tiket ke Bumi Cenderawasih,” terangnya.
Disingung lawan berat, mantan Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Pengprov Percasi) Banten tersebut menerangkan, mewaspadai Kalsel dan Lampung.
“Kerena punya pemain profesional yang cukup disegani. Jadi kami harus waspada dan jangan sampai tergelincir,” harapnya.
Ketua Harian Asprov PSSI Banten, Deni Arisandi meminta futsal untuk bisa melenggang ke Papua. Soalnya, jadi satu-satunya harapan PSSI Banten untuk mengirim perwakilan ke sana.
“Sepakbola putra kami gagal. Di putri, hari ini kalah dari DKI Jakarta dengan skor 1-6. Peluangnya jadi berat. Nah, futsal satu-satunya asa tersisa,” bebernya.(muh)













