LEBAK – Banjir bandang yang menerjang Kabupaten Lebak beberapa hari yang lalu, ternyata tidak hanya merusak rumah warga, tapi juga sarana pendidikan. Tercatat, ada 19 bagunan sekolah yang rusak parah.
Dari data yang didapat, sekolah yang bangunannya rusak berat akibat banjir antara lain SMPN 1 Lebakgedong, SMPN 2 Lebakgedong, SMPN 3 Lebakgedong, dan SMPN 4 Lebakgedong.
Lalu SDN 1 Banjarsari, SDN 2 Banjarsari, SDN 1 Lebak Situ, SDN Ciladaeun, PAUD TK Raudhatul Hasanah Sajira, TK Ummul Quro, KB Cahaya Gemilang Kecamatan Curugbitung, PAUD Mitra Candikia, KB Alfatah Curugbitung, PAUD Cempaka Curugbitung, dan KB Talaga Warna Cipanas.
Alhasil, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sana terpaksa diliburkan sampai 12 Januari 2020 mendatang.
“Kita berharap setelah masa tanggap bencana berakhir, bisa dibangunkan sekolah darurat agar anak-anak bisa belajar,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak Kaprawi di Lebak, Rabu (8/1/2020).
Menurut data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Lebak, kerusakan bangunan sekolah mengakibatkan 1.253 siswa tidak bisa mengikuti kegiatan belajar.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak, Wawan Ruswandi, mengatakan bahwa siswa yang sekolahnya terdampak bencana alam diliburkan sementara hingga 12 Januari 2020.
Wawan berharap pekan depan sekolah darurat sudah bisa didirikan supaya anak-anak bisa mengikuti kegiatan belajar.
Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Lebak menyebabkan 10 meninggal dunia serta mengakibatkan kerusakan gedung sekolah dan rumah-rumah warga.(net)










