Jakarta – Lifter putri, Acchedya Jagaddhita, kehilangan kesempatan tampil di Olimpiade 2020 Tokyo. Dia dinyatakan gagal dalam tes doping oleh International World Federation (IWF).
IWF mengumumkan secara resmi keputusan itu pada 28 Februari lalu, lewat situs mereka. IWF menyebut telah menemukan zat terlarang dalam sampel A milik Acchedya saat tampil di EGAT’s Cup Internasional Weightlifiting Championship pada 7 -10 Februari 2019.
“IWF melaporkan hasil resmi tes lab sampel dari Acchedya Jagaddhita (Indonesia) mengandung 17β-hydroxymethyl-17α-methyl-18-norandrost-1,4,13 trien-3-one yang memuat substansi yang dilarang Metandienone (S1.1 agen anabolik). Konsekuensinya, atlet yang bersangkutan ditangguhkan untuk sementara waktu karena potensi pelanggaran aturan antidoping. Dalam setiap kasus di mana ditentukan bahwa olahragawan tidak melakukan pelanggaran aturan anti-doping, keputusan yang relevan juga akan dipublikasikan. IWF tidak akan memberikan komentar lebih lanjut tentang kasus ini hingga kasus ditutup,” Tulis IWF.
Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, dan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI) Joko Pramono, mengaku terpukul dengan situasi tersebut.
“Tidak ada satu pun bangsa atau PB PABBSI yang ingin merebut prestasi dengan doping. Saya anggap musibah. Sebagai orang muslim, saya bilang musibah berupa cobaan dari Allah karena mengandung hikmah,” kata Joko.
“Saya tak menyalahkan anak-anak, mungkin Allah mengingatkan saya dan pak Rosan Roslani (Ketum PB PABBSI). Kami akan benahi. Ini single event, antara cabor dengan induk cabor internasional,” ujarnya.
IWF sekarang tengah meningkatkan kualitas federasinya, agar angkat besi tidak dicoret dari Olimpiade karena banyak lifter yang tersangkut doping. Sebelum Acchedya, delapan lifter Thailand positif doping.
IWF juga bekerjasama dengan labolatorium di Jerman untuk memeriksa sampel para atlet angkat besi di setiap event.
“Yang jelas Olimpiade, Acchedya sudah tidak bisa ikut. Dia finis,” Joko menegaskan.(detik.com)












