SERANG – Tim taekwondo Banten berhasil membawa pulang enam medali dari ajang Kejurnas Taekwondo, bertajuk UPI Challenge, yang diselenggarakan di Gymnasium UPI Bandung, pada 28-30 Juni 2019. Rinciannya dua emas, tiga perak, dan satu perunggu.
Medali emas disumbangkan oleh M. Yulfizar yang turun dikelas over 78 kilogram dan Garda Merah yang tampil dikelas under 44 kilogram putri. Kemudian medali perak didapat oleh Setyo Prayogi (under 78 kilogram), beregu poomsae putri atas nama Ina Rahma, Regita, dan Dea.
Kemudian perak lainnya direngkuh oleh Fisca Aferelia (under 46 kilogram putri). Sementara keping perunggu disegel Alia Zafira yang turun dikelas under 63 kilogram putri.
Sekretaris Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Banten, Fiva Zabreno mengaku puas dengan hasil tersebut, meskipun Banten sebenarnya memiliki peluang untuk bisa meraih prestasi lebih.
“Saya puas dengan hasil, apalagi ini merupakan ajang kejurnas yang diikuti oleh sejumlah daerah,” ujarnya.
Ia pun berharap, raihan pada kejurnas sekarang bisa menjadi pemacu semangat taekwondoin Banten, untuk meraih hasil yang lebih baik pada babak Prakualifikasi Pekan Olahraga Nasional (Pra PON) nanti.
“Kejurnas pun menjadi salah satu pertimbangan kami untuk promosi dan degradasi atlet PJP (Pelatda Jangka Panjang). Alasannya, sejumlah atlet PJP tidak meraih medali,” tuturnya.
Meski begitu, kata Fiva, pihaknya masih memberi kesempatan atlet PJP untuk menunjukkan kualitasnya pada event Taekwondo Posco yang rencananya akan digelar Juli mendatang. Jika pada kompetisi selanjutnya atlet PJP kembali tak bisa berbuat banyak, maka pihaknya akan memberlakukan promosi dan degradasi.
Sementara Ketua Pengprov TI Banten E. Kosasih menyampaikan, raihan lima medali di kejurnas adalah sesuatu yang harus diapresiasi.
“Saya hanya ingin, apa yang capai bisa dipertahankan. Pada Pra PON nanti tentunya,” tegasnya.(muh)













