SERANG – Distan Kabupaten Serang bersana Mentri Pertanian berikan bantuan KUR untuk 10 masyarakat Kabupaten serang, dimana bantuan tersebut dilaksanakan di Kecamatan Cikande.
Kepala Distan Kabupaten Serang Zaldi Duhana mengatakan, Bahwa pembagian bantuan tersebut diberikan kepada 10 petani dari Penggilingan padi dan Komoditas.
“Mereka yakni Ahmad Saefudin Penggilingan Padi (RMU) Rp. 350 juta, Sudarno Penggilingan Padi Rp. 150 juta, Ahmad Pauji Penggilingan Padi Rp. 150 juta, Padil Komoditas Padi Rp. 50 juta, Mardasa Komoditas Semangka Rp. 50 juta, Rustani Komoditas Semangka Rp. 50 juta, Caryadi Komoditas Semangka Rp50juta, Andi Komoditas Padi Rp. 25 juta, Jaka Komoditas Padi Rp. 25 juta, Yanyan Permana Komoditas Padi Rp. 25 juta, Total penyaluran KUR Rp. 0,925 miliar,” ujar Zaldi.
Zaldi menambahkan, Dinas Pertanian sebenarnya mengusulkan untuk mendapat KUR lebih dari 30 orang, namun yang disetujui oleh BNI hanya 10 orang.
“Kemarin diberikan secara simbolis oleh Mentan, dari mereka, besaran usulan pengajuan kreditnya berbeda beda. Ada yang Rp100, Rp200 juta bahkan sampai Rp1 miliar, Tapi KUR maksimal Rp500 juta tidak lebih. Kalau agunannya di bawah Rp25 juta gak pakai agunan bisa langsung. Kemudian di atas Rp50-100 juta pakai agunan,” katanya.
Zaldi menjelaskan, untuk agunan yang digunakan sama seperti pengajuan kredit lainnya. Yakni menggunakan harta milik pribadi, hanya saja kelebihannya program ini disubsidi bunganya oleh pemerintah sehingga hanya 6 persen.
“Biasanya komersial setahun bisa 17 persen sekarang hanya 6 persen per tahun,” tuturnya.
Ia mengatakan, dalam KUR ini, BNI berperan sebagai penyalur. Untuk waktu pengembalian kredit bisa setahun hingga dua tahun tergantung saat pengajuan.
“Jelasnya untuk Kabupaten Serang baru Rp1 miliar kurang jadi perlu ada edukasi masyarakat bahwa ada KUR dan proses pengajuan tidak sesulit pengajuan kredit komersial. Jadi perlu diedukasi,” ucapnya.
Zaldi berharap dengan kedepan komoditas perkebunan dan peternakan atau petani lada, kopi sekaligus bisa dapat sentuhan KUR.
“Kalau nanti bertugas memantau pembayaran keuangan dari BNI, kalau kami perannya pembinaan usaha tani, memastikan petani melakukan usaha tani sesuai standar agar tidak ada kerugian,” tuturnya. (adv)















