SERANG – Pemerintah Kabupaten Serang menjadikan sektor pertanian sebagai salah satu program prioritas yang mendapatkan perhatian lebih. Di bawah kepemimpinan Dadang Hermawan, Dinas Pertanian (Distan) sebagai leading sektor pengembangan bidang pertanian di Kabupaten Serang masih menjadikan peningkatan produktivitas pangan sebagai agenda utama.
Dadang mengatakan, program kerja Distan mengacu pada rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021. Program pertama yakni pengembangan tanaman pangan dan holtikultura. Sebagai upaya untuk meningkatkan produksi tanaman pangan, Distan mengambil pengembangan tiga jenis tanaman pangan yakni padi, jagung dan kedelai. Sedangkan untuk holtikulturanya ada pada tanaman durian, cabai, bawang, dan bunga sedap malam.
Untuk pengembangan tanaman pangan tahun 2019 ini, Distan ditarget menanam jagung di angka 3.000 hektare, kedelai 500 hektare, dan padi di angka 92 ribu hektare.
Lalu untuk padi, kata Dadang, masih diberikan target yang tinggi karena Kementerian Pertanian (Kementan) masih melihat potensi sawah yang tinggi di Kabupaten Serang yakni sekitar 48 ribu hektare.
Dengan demikian, Kementan melihat Distan Kabupaten Serang bisa mencapai angka 92 ribu hektare dengan asumsi menanam dua kali setahun. Sampai sekarang, untuk tanaman padi sudah tercapai 74 ribu hektare. “Masih ada sisa 20 ribu hektare lagi, mudah mudahan akhir tahun ada hujan dan bisa tercapai,” ujarnya.
Untuk produktivitas, padi masih diangka 5,7 ton hektare, jagung 4,5 ton hektare, dan kedelai 1 ton per hektare. Untuk produktivitas padi saat ini jumlahnya masih di atas rata-rata wilayah lain se Banten khususnya Pandeglang dan Lebak. Bahkan Dadang mengungkapkan, secara hitungan, padi untuk konsumsi masih memiliki kelebihan.
“Kebutuhan per kapita kita hanya 114 kilogram beras per tahun. Dibandingkan dengan angka 1,5 juta penduduk, masih ada kelebihan. Makanya kita dorong organisasi KPPBM agar muncul. Sekarang beras Jaseng saja sudah dikirim ke Medan, Sukabumi, dan ke ASN,” ucapnya.
Sedangkan untuk kedelai, produktivitasnya masih rendah karena memang Kabupaten Serang bukan basis kedelai. Basis kedelai ada di Kabupaten Pandeglang. Hanya saja, Kabupaten Serang diminta dukungannya untuk memenuhi target provinsi.
Sementara untuk perkebunan, Distan memiliki empat komoditas utama yang akan dikembangkan. Keempat tanaman itu yakni kelapa, coklat, cengkeh, dan lada. Sedangkan di luar itu ada juga pengembangan kopi.
Dadang menyampaikan, untuk kopi mulai ditanam di wilayah Padarincang dan Ciomas. Bahkan berdasarkan informasi, perkebunan ini akan mendapatkan dukungan dari Pemerintah Provinsi Banten.
Kemudian untuk peternakan, pada program itu, Distan berupaya untuk meningkatkan produksi ternak kerbau dan bebek. Bahkan pihaknya sedang gencar untuk melakukan pembentukan sentra rakyat dibeberapa tempat.
Sedangkan peternakan, Distan diberikan tugas untuk meningkatkan produksi daging kerbau dan hewan ternak.(muh)













