SERANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang di bawah kepemimpinan Kepala Pelaksana Nana Sukmana Kusuma SE, M.M dan Sekretaris Tubagus Maftuhi S.Sos, M.Si, sangat sigap, cepat, dan tidak gagap dalam menangani bencana.
Bukti kesiapsiagaan tersebut terlihat jelas di awal tahun sampai sekarang. Di mana sejumlah wilayah di Kabupaten Serang dilanda bencana, salah satunya banjir yang terjadi akibat tingginya intensitas hujan.
Namun semuanya dapat diatasi dengan baik. Hal itu terjadi karena Kabupaten Serang telah memiliki crisis center yang membuat manajemen penanganan bencana berjalan sesuai rencana.
Nana mengatakan, dalam penanganan bencana, pihaknya bisa dikatakan sudah tidak gagap lantaran memiliki crisis center. “BPBD Kabupaten Serang dalam penanganan bencana di awal tahun ini tidak hanya di Serang. Tapi kita juga mengirim personil ke Lebak untuk membantu manajemen bencana di sana. Bahkan berdasarkan informasi, BPBD Kabupaten Serang sudah masuk ke wilayah-wilayah yang tidak terjangkau,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam manajemen penanganan bencana pertama yang perlu dibahas adalah keberadaan crisis center. Sebab crisis center tersebut terintegrasi dengan empat sistem yakni sistem komunikasi informasi data, pusat data dan informasi, pusat pengendali operasi, dan media center.
“Kenapa demikian, karena empat sistem tadi merupakan benang merah yang terintegrasi dalam penanganan bencana,” ucapnya.
Ia membeberkan, untuk menciptakan sistem komunikasi informasi yang baik, pihaknya menjalin dengan seluruh jajaran stakeholder yang ada seperti Koramil, relawan, camat, para relawan, dan lainnya.
“Sehingga informasi yang kami terima dari lapangan itu cepat penanganannya. Lalu dari sistem komunikasi sendiri, kita bisa menyampaikan kabar yang cepat juga kepada satelit kami. Sehingga penanganan disaster bisa optimal. Misal ketika jam tujuh dilaporkan ada bencana, sudah masuk manajemen penanganan bencana. Karena respon awal, ya pertama melakukan evakuasi, identifikasi, dan pelaporan,” katanya.
Para satelit yang ada di lapangan dan stakeholder yang ada pun bisa melakukan penanganan dengan cepat yakni evakuasi, identifikasi, dan pelaporan terhadap BPBD. Terjadinya hal demikian menandakan manajemen bencana sudah berjalan maksimal.
“Ketika melaporkan kepada kita, kami melakukan asesmen dan identifikasi atau sebaliknya. Ini mulai digarap oleh Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops). Nah, Pusdalops ada di bawah crisis center. Jadi langsung mengambil langkah langkah, perlu peralatan apa, tenda, baperstok dan langsung dikirim. Data informasi selalu di cari yang riil. Jadi teman-teman yang melakukan asesmen ketika Pusdalops memerintahkan anggota data sudah mulai kami siapkan. Seperti berapa rumah terdampak, pengungsi, bahkan kalau perlu by name by adres bagaimana kita menyiapkan data tersebut. Titik lokasi di mana, apakah perlu dapur umum atau tidak itu pusdalops,” ungkapnya. (adv)















