SERANG – Perserang Serang harus berkerja extra keras untuk mengamankan poin penuh di markasnya Stadion Maulana Yusuf, saat menjamu Persiraja Banda Aceh, di lanjutan Liga 2 Indonesia Zona Barat, Senin (2/9/2019). Bahkan kemenangan Laskar Singandaru diwarnai banjir kartu merah.
Terpantau, tiga kartu merah didapat Laskar Rencong (julukan Persiraja) dan dua untuk tuan rumah, dari wasit asal DKI Jakarta, Gedion F Dapaherang.
Kartu merah Lantak Laju (julukan lain Persiraja) diterima M Andhika Kurniawan (menit 6), Tegar Hening Pangestu (menit 55), dan Fary Komul. Sedangkan Si Biru Langit (julukan lain Perserang) didapat Agung Supriyanto (menit 6) dan Muhammad Ridwan (menit 55).
Untungnya, di laga tersebut anak asuh Jaya Hartono ini mampu meraup poin penuh, berkat gol semata wayang yang dilesatkan Didik Ariyanto melalui titik putih dimenit 44.
Setelah bentrok, Pelatih Kepala Perserang, Jaya Hartono mengungkapkan kekesalannya terhadap agresifnya pemain lawan. “Padahal mereka sedang bermain di kandang orang, tapi begitu berani. Bahkan saya melihat sendiri kaptennya itu dengan sengaja memukul pemain kita,” kata Jaya.
Ia menceritakan kembali ketika Laskar Singandaru bertamu ke markas Persiraja pada putaran pertama. Di mana permainannya begitu keras, sehingga strategi apapun di rasa mentok untuk diterapkan.
“Para pemain Persiraja mainnya keras sekali dan temen-temen media bisa cek klub lain yang bertandang ke sana. Bahkan AC Milan sekalipun akan kalah ketika bertandang ke sana. Tadi juga pelatihnya nyadar sendiri bahwa yang terjadi sekarang adalah karma,” tuturnya sambil meluapkan emosi.
Namun demikian, meski banyak insiden yang terjadi, yang terpenting tim berhasil mengamankan poin penuh. “Dengan poin penuh, mental penggawa Perserang naik lagi usai dua kali kalah,” ucapnya.
Sekretaris Umum (Sekum) Persiraja Rahmat Djailani dihadapan para awak media enggan berkomentar banyak. “Saya tidak ingin komentar terlalu banyak, soal bentrok tadi kita semua melihatnya seperti apa,” singkatnya.(muh)














