JAKARTA – Cawapres Ma’ruf Amin mengimbau elite dan para tokoh agar menahan diri pasca-Pemilu 2019. Tujuannya, untuk meredam gejolak yang terjadi di masyarakat.
“Ya kepada para elite, tentu harus bisa menahan diri, mengikuti saja apa yang sudah menjadi aturan main yang sudah disepakati. Kepada para tokoh agama maupun negarawan, kita ajak bersama-sama mengawal ini dan meredam supaya tidak terjadi gejolak di masyarakat,” ujar Ma’ruf di Posko Cemara, Jalan Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (17/5/2019).
Ma’ruf berharap, setelah pengumuman resmi dari KPU, semua pihak bisa menerima dengan lapang dada, sehingga persatuan dan kesatuan kembali tercipta.
“Mudah-mudahan setelah nanti diumumkan, juga berjalan dengan aman dan kembali merajut apa yang kemarin terbelah menjadi utuh kembali. Dan kita mematuhi segala apa yang kita sepakati,” kata dia.
Dia menyatakan, negara ini adalah negara kesepakatan. Oleh sebab itu, negara harus dirawat dengan baik.
“Mana kala kesepakatan itu dijunjung tinggi, hidup akan harmonis. Negara ini adalah negara kesepakatan. Karenanya, harus dirawat dengan baik dan jangan ada pihak yang mencederai,” tutur Ma’ruf.
Ma’ruf pun menilai ajakan pengerahan massa atau people power tak perlu diterima. Dia mengingatkan agar semua pihak berfokus ibadah di bulan Ramadan.
“People power saya rasa tidak perlu ya. Apalagi bulan Ramadan. Lebih baik kita fokuskan diri kita untuk beribadah dan bekerja sesuai dengan profesi masing-masing demi kemaslahatan bangsa kita,” tutupnya.(detik.com)












