TANGERANG – Sebanyak 221 hewan ternak berupa sapi, kerbau, kambing dan domba di Kabupaten Tangerang suspek Penyakit Mulut dan kuku (PMK). Ini terpantau setelah dilakukan pemeriksaan ke sejumlah tempat peternak di daerah itu.
“Tercatat, total ada sebanyak 221 ekor hewan ternak tertular PMK dan terancam 692 ekor. Namun kita pun sudah melakukan langkah-langkah untuk penanganannya,” papar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, Asep Jatnika.
Ia menjelaskan, adanya penambahan kasus PMK terhadap hewan ternak diketahui setelah pihaknya melakukan pemeriksaan secara intens di 13 kecamatan yang ada di Kabupaten Tangerang.
Adapun dari ke 13 kecamatan itu antara lain Kecamatan Pegedangan (81 ekor), Pasar Kemis (44 ekor), Kelapa Dua (26 ekor), Cikupa (12 ekor), Solear (11 ekor), Cisoka (11 ekor), Balaraja (sembilan ekor), Panongan (tujuh ekor), Curug (enam ekor), Rajeg (enam ekor), Sindang Jaya (enam ekor), Legok (satu ekor) dan Sepatan Timur (satu ekor).
“Rata-rata hewan yang suspek PMK ini jenis sapi, kerbau, domba dan kambing. Jadi tingkat penularannya pun memang begitu cepat sehingga bisa menular terhadap hewan yang ada di sekitarnya,” katanya.
Hingga kini, lanjut Asep, upaya yang dilakukan oleh satgas pengendalian dan penanganan penyakit setempat, langsung melakukan pemberian antipiretik, multivitamin dan antibiotik terhadap hewan yang diindikasi terpapar PMK tersebut.
“Tentunya kita hanya melakukan pencegahan dengan melakukan pengobatan dan penyemprotan disinfektan ke kandang-kandang peternak, supaya PMK tidak menyebar lebih luas lagi,” ujarnya.
Ia berharap, kepada seluruh peternak dan pedagang, ketika mendatangkan hewan ternak baru yang berasal dari luar daerah supaya dipisahkan terlebih dahulu selama 14 hari dan dipastikan kondisi hewan dalam keadaan sehat.
“Dipastikan para peternak bisa menjaga sterilisasi kebersihan kandang hewan masing-masing. Karena dengan upaya itu bisa menghindari penularan PMK,” tuturnya.
Dia pun mengimbau, kepada masyarakat supaya tidak khawatir dan panik dengan seiringnya ditemukan kasus-kasus PMK di Kabupaten Tangerang, karena hal tersebut tak menular kepada manusia.
“Kami mengimbau kepada warga tidak khawatir ataupun panik, karena prinsipnya penyakit ini tidak menular ke manusia,” pungkasnya.(net/muh)















