SERANG – Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa mengatakan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Serang belum bisa masuk ke pasar ekonomi modern. Ini disebabkan, para pelaku belum bisa menjaga barang secara berkesinambungan.
“Ini yang jadi kendala utama UMKM kita. Jadi mereka tidak bisa konstan. Seperti misal hari ini menyiapkan barang 100 lusin, begitu hari berikutnya dan ada pemesan, tidak bisa menjamin ketersedian barang. Bila demikian, UMKM belum bisa go internasional,” papar Pandji.
Oleh karenanya, ke depan, orientasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang adalah bagaimana melakukan pembinaan agar UMKM bisa melakukan produksi secara konstan, menjaga variable-variable yang mempengaruhi ketersediaan bahan baku, pembinaan manajemen keuangan, dan pemasaran.
“Semuanya harus dibenahi, bila UMKM kita ingin berkembang pesat dan bisa bersaing di pasar ekonomi modern,” ucapnya.
Usai permasalahan di atas selesai, Pemkab Serang juga perlu memastikan bahwa barang yang dijual UMKM ke pasar ekonomi modern harus memenuhi standar higienes, kesehatan dan juga bagaimana produksinya itu bisa bersiang dalam rasa dan harga.
“Ada cacat sedikit saja, saya jamin tidak akan mau diterima oleh pembeli dari luar. Banyak yang sudah terjadi. Ada cacat sedikit barang langsung dikembalikan. Semuanya memang terlihat repot, tapi bila dijalani dengan seksama tidak kok dan malah bisa menghasilkan keuntungan yang besar,” tambahnya.(muh)













