MADRID – Valencia terbebani defisit agregat dua gol saat menjamu Arsenal di Mestalla pada leg kedua babak semifinal Liga Europa, Jumat (10/5/2019). Namun, bukan berarti peluangnya tertutup, karena punya bekal satu gol tandang.
Pada leg pertama di Inggris, Los Che tumbang 1-3. Sempat unggul lewat gol Mouctar Diakhaby, tapi tuan rumah berbalik menang melalui sepasang gol Alexandre Lacazette dan satu gol Pierre-Emerick Aubameyang.
The Gunners mencetak tiga gol, tapi Els Taronges bisa mencuri satu gol tandang. Dengan satu gol tandang, situasi jadi berbeda. Valencianistes kini ‘cuma’ perlu menang 2-0 di Mestalla untuk menjungkalkan lawan.
Itu tidak bakal mudah. Namun, jika bisa memperbaiki kesalahan-kesalahan dari pertemua pertama dan didukung penuh publik Mestalla, tuan rumah tetap punya peluang.
“Kami tahu sulitnya menang 2-0 melawan skuat yang sangat bagus. Tapi, jika kami didukung penuh para suporter dan bermain dengan benar, kita tahu bisa melakukannya,” tegas pelatih Marcelino.
Juru taktik lokal juga meminta anak didiknya mengawasi betul pergerakan dua penyerang lincah Lacazette dan Aubameyang. Keduanya bikin gol di pertemuan sebelumnya tapi diharamkan untuk mencetaknya di Spanyol.
“Terutama Lacazette. Penempatan posisinya bagus, mengisi di sela-sela ruang kosong penggawa kita. Ini tidak boleh terjadi lagi,” pesannya.
Los Murcielagos sendiri sedang bersemangat, usai menumbangkan Huesca di LaLIga dengan skor 6-2. Gol dicetak Daniel Wass, Rodrigo Moreno (2) dan Santi Mina (2), serta satu gol bunuh diri pemain musuh. Hasil positif memutus streak tiga kekalahan beruntun Si Kelelawar di semua ajang.
Berbeda dengan calon lawan, Gudang Peluru datang dengan kondisi kurang meyakinkan. Di mana baru saja mendapatkan hasil imbang 1-1 atas Brighton. Mereka pun terancam tak bisa finis di empat besar.
Dalam situasi sekarang, jalan paling realistis bagi Meriam London untuk lolos ke Liga Champions musim depan adalah dengan menjuarai Liga Europa.
Manajer Unai Emery meminta Peter Cech dkk supaya tidak gegabah dan melepas peluang menyegel trofi di akhir musim. “Europa memang satu-satunya harapan terakhir klub untuk merengkuh titel juara di musim 2018-2019 dan berlaga di kompetisi paling elit Benua Biru tahun depan,” tegasnya.(net)










