SERANG – Persaingan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 Papua yang diperediksi akan berat, membuat Pengurus Provinsi Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (Pengprov PGSI) Banten memutar otak untuk meningkatkan kemampuan pegulat binaanya. Salah satunya dengan program ujicoba ke luar negeri.
Hal ini disampaikan Ketua Umum Pengprov PGSI Banten, Haryanto. Kata dia, evaluasi dari babak prakualifikasi PON lalu, memang mental dan fisik jadi kendala.
“Bila kita ingin meraih prestasi puncak di Papua nanti, ya harus ada trobosan. Salah satunya dengan agenda ujicoba ke luar negeri. Selama ini kan belum pernah,” papar Haryanto kepada awak media, Rabu (15/1/2020).
Disinggung negara mana yang akan dituju, ia menyampaikan, harus yang sudah maju prestasi cabang olahraga (cabor) gulatnya dan di pandang dunia internasional. Bila demikian, ada di wilayah Eropa dan opsinya antara Rumania atau ke Uzbekistan.
“Kedua negara tersebut tidak usah diragukan lagi kualitasnya. Pegulat top dunia kebanyakan berasal dari sana,” ucapnya.
Oleh karenanya, dia sangat berharap KONI Banten bisa memfasilitasnya. Pasalnya, daerah lain juga demikian. Contohnya seperti Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Jawa Barat, dan DKI Jakarta. Malahan mereka juga mendatangkan pelatih dari Eropa.
“Bila kita sih, ikut ujicoba saja lah di sana cukup. Satu atau dua event, untuk meningkatkan mental bertanding pegulat Banten. Kami juga kan melihat kemampuan KONI Banten,” bebernya.
Sekedar informasi, di Bumi Cenderawaih (julukan Papua) ada lima pegulat Banten yang akan berlaga. Yakni Fauzul Adzim (kelas 60 kilogram grego), Aji Hakiki (kelas 65 kilogram bebas), Desi Sinta (kelas 68 kilogram bebas putri), Amrin Dulman (kelas 74 kilogram bebas putra), dan Friza Isak (kelas 77 kilogram grego).(muh)










