SERANG – Puluhan masyarakat Padarincang, Kabupaten Serang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Padarincang Bersatu (AMPB), melakukan unjuk rasa di depan Pendopo Bupati Serang, Jumat (27/9/2019).
Aksi damai itu dilakukan mulai pukul 09.00 WIB. Mereka menuntut agar proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) atau gheotermal di Desa Batukuwung yang sudah ditutup selama dua pekan bisa dibuka kembali.
“Sudah ditutup hampir dua pekan, oleh sebagian warga yang diduga tidak pro. Padahal, adanya proyek gheotermal sangat bermanfaat dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar yang nganggur,” papar salah satu warga, Hasanudin.
Usai berorasi sekitar 40 menit, akhirnya beberapa perwakilan masyarakat dipersilahkan untuk masuk ke dalam Pendopo Bupati Serang dan melakukan audiensi dengan Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa.
Saat bertemu dengan orang nomor dua di Kabupaten Serang itu, Hasanudin pun meminta tolong kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang supaya membantu untuk membuka segel proyek.
“Gheotermal banyak manfaatnya pak ketimbang mudaratnya. Makanya kami dukung. Lagipula, tidak ada pencemaran lingkungan yang ditakutkan. Sudah ada contohnya di Garut kok. Mereka hanya melubangi tanah, memasukan air, lalu airnya mengolak akibat panas bumi dan mengeluarkan asap. Nah asapnya yang dipakai untuk memutarkan turbin sehingga didapat daya listrik,” terangnya.
Sementara Wakil Bupati Serang, Pandji Tirtayasa mengatakan, pada dasarnya pemkab siap membantu warga.
“Nanti kami akan berkirim surat ke Kementerian ESDM dan Gubernur Banten, karena ranahnya kebijakan dan izinnya di sana,” tuturnya.
Dan soal penutupan, pihaknya akan meminta bantuan kepada Polres Serang Kabupaten untuk mengeceknya. “Kan kita belum tahu, yang nutup sebenarnya siapa. Warga kah, provinsi, atau kementerian?. Kalau provinsi dan kementerian sih kami tidak bisa berbuat banyak. Bila warga, Insya Allah masih bisa diatasi polisi. Lagipula ada peraturannya karena program nasional,” terangnya.
Ia juga meminta kepada masyarakat setempat yang pro agar melakukan pendekatan persuasif kepada warga yang masih kontra.
“Agar tidak menimbulkan konflik horizontal. Kami pun akan hati-hati dalam menentukan langkah,” tutupnya.(muh)












