JAKARTA – Liga 1 Indonesia diwacanakan bakal menggunakan VAR (Video Assistant Referee). Mentalitas wasit, pemain, dan ofisial menjadi salah satu alasan.
PSSI melalui rapat Komite Eksekutif telah sepakat bahwa Liga 1 menggunakan VAR. PT. Liga Indonesia Baru (LIB) juga sudah bersiap untuk mengkaji anggaran.
Wacana adanya VAR ini bukan dikarenakan laga PSS Sleman vs Semen Padang, yang pada saat itu Wasit Armyn Dwi Suryathin memberi penalti ke PSS. Dalam tayangan ulang, hukuman 11 meter tersebut masih sangat bisa diperdebatkan.
“Bukan tentang PSS vs Semen Padang saja. Ada beberapa pertandingan, bahkan sejak di Piala Indonesia,” kata Anggota Komite Eksekutif (Exco), Yunus Nusi, dalam sambungan telepon.
“Kondisi perwasitan, mentalitas pemain termasuk ofisial kita memang ada yang mengharuskan Indonesia, Liga 1-nya harus ada VAR. Mentalitas pemain yang saya maksud adalah mentalnya pemain yang cari sesuatu keuntungan padahal mereka salah, seperti di pertandingan PSS vs Semen Padang,” sambungnya.
Ia juga menuturkan, sudah meminta Liga 1 ada VAR sejak tiga bulan lalu. Jadi, adanya VAR bukanlah dadakan.
“Dulu saya pernah buat statement sekitar tiga bulan yang lalu, bahwa saya selaku Exco Komite Kompetisi, meminta kepada operator untuk menyegerakan VAR,” ujarnya.(detik.com)












