SERANG – Pemandi jenazah di Kabupaten Serang terancam punah. Ini disebabkan, peminatnya kurang. Hal itu dibenarkan Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Serang, Wardi Muslich.
Kata dia, rata-rata pemandi jenazah yang terdaftar di mereka usianya sudah sepuh. Tidak ada anak mudanya. Hal itu menandakan regenerasi di tingkat bawah tidak terjadi.
“Harus kita antisipasi. Kalau tidak, pemandi jenazah bisa punah di Kabupaten Serang. Bila sampai habis, siapa yang nantinya memandikan jenazah?” papar Wardi kepada awak media, Kamis (26/9/2019).
Wadri juga menjelaskan, rata-rata orang tidak mau menekuni profesi pemandi jenazah karena takut dan kurang disenangi. Padahal, pekerjaan yang mulia karena memandikan jenazah orang Islam hukumnya fardhu kifayah. “Pemandi jenazah itu para ahli surga. Masa diajak masuk surga ngak mau,” ucapnya.
Untuk memaksimalkan regenerasi, ia akan mencoba menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar melakukan sosialisasi di daerah-daerah dari tingkat RT.
Sementara, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang punya cara lain yakni dengan memberikan dana itensif untuk para pemandi jenazah yang dilakukan beberapa waktu yang lalu.
Pemkab Serang dan Baznas menyalurkan uang kepada 348 pemandi jenazah. Ratusan orang itu, berasal dari 29 kecamatan dan masing-masing kecamatan terdiri dari 12 orang.
Anggarannya yang disiapkan Pemkab Serang melalui dana hibah yang disalurkan kepada Baznas, mencapai Rp 243.600.000. Masing-masing pemandi jenazah mendapatkan uang sebesar Rp 700 ribu. “Itu adalah apresiasi untuk pemandi jenazah,” papar Bupati Serang, ratu Tatu Chasanah.
Dirinya sendiri tidak ingin pemandi jenazah di Kabupaten Serang sampai tidak ada regenerasi. Harus difikirkan bersama. Ke depan, nanti Pemkab Serang akan berusaha lebih banyak lagi mengakomodir para pemandi jenazah.
“Dan nominal yang diberikan diusahakan bisa lebih banyak. Semoga semuanya bisa berjalan sesuai harapan, toh tujuannya baik demi kemaslahatan umat,” inginnya.(muh)














