SERANG – Tim selam Banten meraup banyak tiket ke Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 Papua. Kepastian ini didapat, usai meraih tujuh kuota di babak prakualifikasi yang berlangsung di Kolam Renang Saigon, Surabaya, Jawa Timur, pada 25-30 Oktober 2019.
Dari data yang didapat, tujuh kelas yang disegel adalah 100 meter surface dan 50 meter apnea dari Trinasya Charis Renata yang meraih posisi kedua. Lalu tim estafet bifin putra usai bercokol di urutan dua.
Selanjutnya di 400 meter dan 800 meter surface yang dipersembahkan Amartya Latifa Rahnidevi, usai menduduki peringkat tiga. Berikutnya di 3.000 meter dan 6.000 meter finswimming laut, yang didapat M Alifka Ihsan usai bertengger ditempat ketiga.
Pelatih Selam Banten, Livia Iriana mengapresiasi hasil positif yang dipersembahkan atletnya. Apalagi, sambungnya, atlet yang meraihnya merupakan pendatang baru.
“Namun mereka mampu bersaing dengan atlet senior. Saya salut sekali dengan anak didik saya karena mampu mengatasi atlet yang punya pengalaman serta jam terbang lebih tinggi. Kami tembus tiga besar di tujuh nomor pertandingan,” papar Livia kepada awak media, Rabu (30/10/2019).
Melihat capaian tersebut, ia optimistis para atlet selam Banten mampu berbicara banyak di Papua tahun depan. Asalkan, kata dia, KONI Banten menggelar Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) berjenjang dan sarana serta prasarana selam dipenuhi.
“Bila semua dipersiapkan dengan matang, saya yakin kami bisa jadi juara di Papua nanti,” tuturnya.
Sekedar informasi, di Pra PON, Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (Pengprov POSSI) Banten menerjunkan sembilan atlet terbaik yang dimiliki.
Sembilan atlet itu terdiri dari empat atlet putra dan lima atlet putri. Untuk atlet putra ada M Alifka Ihsan, Insanul Kamil Andika, Theodorius Luki Handijaya, dan Aren Omar Rachman.
Kemudian lima atlet putri Amartya Latifa Rahnidevi, Trinasya Charis Renata, Zefanya Naomi Hizkia Laisina, Angela Gabriella Laisina, dan Gabriella Ranti.
“Seluruhnya kita bawa sembilan atlet berdasarkan hasil Kejuaraan Nasional (Kejurnas) selam 2019. Untuk persiapan menuju Pra PON, sebenarnya sudah kami jalankan sejak 2018. Hasilnya bersyukur sekali, lima orang bisa melenggang,” pungkasnya.(muh)











