SERANG – Pada pelaksanaan babak Prakualifikasi Pekan Olahraga Nasional (Pra PON) cabang olahraga (cabor) muaythai di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, akhir pekan lalu, Banten mampu mengukir prestasi. Tercatat tujuh medali berhasil diamankan.
Dari data yang didapat, tujuh medali yang disegel terdiri dari empat emas dan tiga perak. Keping emas disumbang Isnawati (kelas 45 kilogram putri), Dwi Rahmawati (kelas 48 kilogram putri), Mia Amalia (kelas 51 kilogram putri), dan Sandi Hidayat (kelas 75 kilogram putra).
Perak diraih Ridwan (kelas 45 kilogram putra), Dede Dina (Perak kelas 54 kilogram putri), dan M. Rizal (kelas 63 kilogram).
Ketua Umum Pengurus Provinsi Muaythai Indonesia (Pengprov MI) Banten, Roni Alfanto mengaku bersyukur. Soalnya, apa yang diraih sudah sesuai harapan pengurus.
“Alhamdulillah kami mampu dapat tujuh medali. Rinciannya empat emas dan tiga perak. Torehan prestasi yang luar biasa,” papar Roni, kepada awak media, Kamis (26/12/2019).
Hanya saja, mantan Ketua Umum KONI Kota Serang ini mengungkapkan, para peraih medali perak belum dipastikan akan berangkat ke PON XX/2020 Papua. Soalnya terbentur aturan KONI Banten. Di mana hanya mengakomodir sang juara bila babak Pra PON dibagi zonasi. Sedangkan muaythai sendiri dibagi tiga wilyah.
Tapi, dirinya tetap berharap KONI Banten bisa mengakomodirnya. Sebagai pertimbangan, Banten masuk grup tengah yang diisi DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.
“Kan ada tiga zona. Barat, Timur, dan Tengah. Nah, para jagoannya dikumpulkan di Tengah. Bisa dibilang kami berada di pool neraka. Semoga KONI Banten bisa melihat dari sisi berbeda dan mengakomodir atlet perak kami,” tuturnya.
Terpisah, Sekretaris Umum Pengprov MI Banten, Dimas Septian menambahkan, selain tujuh medali yang dipersembahkan muaythai Banten di Pra PON kemarin, ada prestasi lainnya. Tercatat, dua atlet dapat wildcard ke Bumi Cenderawasih (julukan Papua) yakni Sulaeman (kelas 48 kilogram putra) dan Madlani (kelas 54 kilogram putra dan waikru).
“Keduanya melenggang langsung karena membela Indonesia di SEA Games 2019 Filipina. Jadi tidak usah ikut babak penyisihan,” jelas Dimas.(muh)













