SERANG – Pada pelaksanaan babak Prakualifikasi Pekan Olahraga Nasional (Pra PON) cabang olahraga (cabor) muaythai, Banten berada di grup neraka. Hal ini disampaikan Pelatih muaythai Dodi Karya.
Kata dia, saat bertarung di Semarang, Jawa Tengah, pada 5-10 Desember 2019 mendatang, mereka akan satu pool dengan DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
“Bisa dibilang kami ini berada di zona neraka. Semua kekuatan besar cabor muaythai satu di satu pool. Sangat mengerikan,” papar Dodi kepada wartawan, Senin (18/11/2019).
Meski demikian, Dodi tetap optimistis, atletnya mampu bersaing dengan lawan-lawan yang akan dihadapi. “Meski berat, namun saya masih percaya kami bisa lolos dari lubang jarum. Kita akan menyegel banyak tiket ke Papua tahun depan,” tekadnya.
Apalagi, bila berbicara teknik dan strategi, Banten di atas kertas unggul. Bahkan kemampuan atlet diatas rata-rata. Hal itu terbukti dari beberapa perjalanan try-out atlet ke beberapa daerah, yang selalu mendapatkan tren positif.
“Semoga semuanya bisa berjalan sesuai harapan kami bersama,” ucapnya.
Disingung berapa jumlah atlet yang akan diboyong ke Semarang, ia menyampaikan ada 13 orang. Dua diantaranya merupakan atlet Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) yakni Mardani dan Sule.
“Dua atlet sekarang berlatih di Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) dan 11 nya lagi di Serang. Sekarang program latihan atlet sudah memasuki tahap pra kompetisi, di mana atlet lebih banyak berlatih taktik, strategi, dan stamina,” bebernya.
Sementara Ketua Umum Pengurus Provinsi Muaythai Indonesia (Pengprov MI) Banten, Roni Alfanto menyampaikan, dirinya tidak khawatir dengan kemampuan dan persiapan atlet.
“Insya Allah semuanya tak ada kendala. Hanya saja, saya was-was dengan faktor non teknis. Apalagi, kami sudah tiga kali berturut-turut juara umum di Kejuaraan Nasional (Kejurnas). Pastinya akan banyak cara atau intrik yang akan coba dimainkan untuk menjegal Banten. Ketakukan saya, semoga saja tidak terjadi,” pungkasnya.(muh)











