SERANG – Pada pelaksanaan babak Prakualifikasi Pekan Olahraga (Pra PON) Cabang Olahraga (cabor) biliar, Banten dipastikan menerjunkan banyak atlet. Sekitar delapan orang disiapkan.
Hal itu disampaikan Ketua Umum Pengurus Provinsi Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (Pengprov POBSI) Banten, John Hendrik. Kata dia, delapan atlet yang dimaksud adalah Ari Karaya (single bola delapan putra), Sandy Rafael (single bola sembilan), Ari Apriden (single bola 10 putra),Devi Oktora (single bola 15), Hendro (english biliar), Adi Braja Falachi (snooker), Budi Harom (one cushion), Sofyan Hadi (libre), Putrini Sianturi (single bola sembilan), dan Ayu Wulan Ganesha (single bola 10).
“Mereka semua atlet biliar terbaik yang Banten miliki sekarang dan siap berlaga di Pra PON yang akan berlangsung di Puslatnas POBSI Wisma Indovision (MNC Collage), Jakarta Barat pada 21 sampai 30 Agustus mendatang,” paparnya.
Namun, diakuinya, tidak seluruh atlet yang dikirim didanai oleh KONI Banten. Khusus untuk Budi Harom dan Sofyan Hadi, keberangkatan mereka pakai dana swadaya POBSI Banten.
Pasalnya, jatah kuota Pelatda Jangka Panjang (PJP) yang merupakan program unggulan KONI Banten jelang Pra PON hanya untuk enam orang saja.
“Keduanya jadi tanggung jawab saya (POBSI Banten), karena melihat potensi atlet dan peluang lolosnya cukup besar,” ucapnya.
Disinggung target, pria yang juga menjabat sebagai pengurus teras di KONI Kabupaten Serang ini menegaskan, seluruh atlet harus bisa dapat tiket ke PON XX Papua. Dan jangan lupa, beban dari KONI Banten adalah minimal tiga besar baru bisa dikirim ke Bumi Cenderawasih (julukan Papua) pada 2020 nanti.(muh)














