BANDUNG – Atlet panjat tebing asal Banten, Rajiah Salsabilah kembali menorehkan prestasi. Kali ini, ia berhasil menyebet medali perak di kejuaraan Eiger Indepandence Sport Climbing Competition (EISCC) 2019, yang berlangsung di Bandung, Jawa Barat pada 14-17 Agustus lalu.
Pantauan, Rajiah mendapatkan perak di nomor speed klasik putri. Ia kalah saing dari atlet Jawa Timur, Dhorifatus Syafi’iyah yang menyegel emas. Sedangkan perunggu jadi milik atlet Jawa Tengah, Berthdigna Devi.
Ketua Harian Pengurus Provinsi Federasi Panjat Tebing Indonesia (Pengprov FPTI) Banten, Arsani Maidi mengatakan, gadis berusia 19 tahun itu sebenarnya memilki kans untuk menyabet emas. Namun di laga pamungkasnya dengan Dhorifatus, ia gagal menjaga konsentrasinya. Alhasil terjadi kesalahan fatal, di mana tak mampu mencapai puncak karena kehilangan genggaman.
“Kalau bicara statistik waktu seharusnya Rajiah bisa dapat emas. Tapi sayang cekramannya lepas. Padahal catatan waktunya bagus, bahkan lebih baik yang ditorehkan Dhorifatus, 8,843 detik. Dia hanya kurang konsentrasi saja,” ujar Arsani.
Disinggung prestasi atlet lainnya, dirinya mengungkapkan tak mampu berbuat banyak. Di mana ada lima orang lagi yang dikirim FPTI Banten, yaitu Karin Nur Azizah, Lusi, Muhammad Arifin, Panji Muhammad Faisal, dan Muhammad Ending, namun hanya mampu mencapai babak delapan besar.(muh)















