SERANG – Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo Kamis (25/6/2020) melakukan kunjungan ke PT Unggul Cipta Teknologi yang terletak di kawasan Modern Cikande, Kabupaten Serang.
Tujuannya, untuk melihat pabrik yang memproduksi peralatan smart fishing, seperti alat monitoring dan pengawasan kapal perikanan khusus untuk kapal-kapal kecil berkapasitas di bawah 30 gross ton (GT) bernama Vessel Multi Aids (VMA).
Seperti halnya perangkat surveilans yang digunakan kapal-kapal bermuatan di atas 30 GT (VMS), VMA juga memiliki fungsi serupa. Perbedaan mencoloknya berada pada transmiternya. VMS berbasis satelit sementara VMA berbasis gelombang radio (VHF).
“Saya pikir, ini potensi yang baik untuk disampaikan ke nelayan. Karena sampai sekarang, nelayan kita melaut belum ada jaminan keamanan yang pasti tentang bagaimana perolehan ikannya, bagaimana keamanan dia di laut. Itu PR kami yang akan segera dilaksanakan,” papar Edhy.
Menteri pun berharap, teknologi tersebut bisa menjadi solusi untuk nelayan kecil dalam meningkatkan kesejahteraannya. Sebab, selain sebagai alat monitoring, VMA juga telah menyediakan teknologi pendeteksi daerah penangkapan ikan dan bisa berkomunikasi lancar dengan keluarga.
“Alat canggih ini akan memberi kepastian kepada keluarga (nelayan) dan hasil tangkapannya juga akan diketahui berapa jumlahnya,” sambungnya.
Dengan telah diketahuinya keberadaan ikan, lanjutnya, nelayan di tengah laut juga bisa melaporkan kepada nelayan di daerah lain. Endingnya, data potensi ikan di seluruh tanah air dapat diketahui dan tidak terjadi disparitas produksi yang akan berdampak buruk pada serapan dan anjloknya harga.
“Intinya pendapatan nelayan kita akan bisa ditingkatkan dan yang paling penting keselamatan jiwa dan raganya,” ujarnya.
Akan tetapi, ia memastikan nelayan tidak harus beli alat itu karena harganya lumayan mahal Rp 18 juta per unit. “Biarkan kami yang memikiran untuk membelinya. Setelahnya akan dibagikan ke nelayan. Saya engak mau teknologi itu sekadar untuk PR atau opini. Ngomong baik tapi faktanya tidak. Karena pak Presiden RI tidak suka dengan anak buahnya yang hanya menyenangkan,” tegasnya.
Sementara CEO PT Unggul Cipta Teknologi, Lee Youngwoo mengklaim, produk yang dibuat adalah sistem yang dapat mengefisiensikan kerja nelayan. VMA, kata dia, merupakan sebuah alat smart fishing yang bisa meningkatan penghasilan dan sekaligus menjamin keselamatan nelayan.
Fitur-fitur yang disediakan alat tersebut, meliputi komunikasi data antar darat ke laut dengan menggunakan jaringan khusus yang telah mendapat lisensi dari Kemkominfo, bisa melakukan pesan darurat (SOS), menyediakan informasi cuaca laut (BMKG), memperkiraan posisi ikan, kompas dan navigasi laut (peta laut Indonesia), fasilitas chat untuk mengirim pesan kepada keluarga nelayan di darat, dan e-Logbook online. “Dan untuk sekarang, kami bisa memproduksi 1.000 unit dalam satu bulan,” pungkasnya.(muh)















