SERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menargetkan paling terbuka informasi publik pada hasil Presentasi Badan Publik pada Monitoring Evaluasi atau Monev 2020. Mengingat, berbagai inovasi dalam pelayanan informasi kepada masyarakat sudah diimplementasikan.
Hal ini mencuat usai mengikuti Presentasi Badan Publik pada Monev 2020 bersama Komisi Informasi (KI) Provinsi Banten secara virtual di Pendopo Bupati Serang Selasa (6/10/2020).
“Target ada untuk paling terbuka informasi publik di tahun 2020 ini, karena berbagai inovasi sudah dilakukan salah satunya dalam pelayanan informasi publik di Pemkab Serang dengan satu pintu,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Informasi Publik Bidang Komunikasi Informatika Publik pada Dinas Komunikasi Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosatik) Kabupaten Serang, Agus Yasa.
Hadir pula pada kesempatan tersebut, Penjabat sementara (Pjs) Bupati Serang Ade Ariyanto, Sekretaris Daerah (Sekda) Tubagus Entus Mahmud Sahiri, Kepala Diskominfosatik Anas Dwi Satya Prasadya, dan Plt Sekretaris Diskominfosatik Hartono.
Dikatakan Agus, setelah presentasi, Badan Publik pada Monev 2020 yang menentukan kabupaten atau kota mana yang paling terbuka hasil dari penilaian kepatuhan oleh KI Provinsi Banten. Yang pasti, sebut Penanggung Jawab Harian Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), pihaknya sudah melaksanakan standar pelayanan informasi publik. “Selain satu pintu juga ada aplikasi Sialip (Sistem aplikasi pelayanan informasi),”terangnya.
Diketahui dalam mengimplementasikan Undang-undang (UU) Nomor 14 Tahun 2018 tentang Keterbukaan Informasi Publik Pemkab Serang menempati ururtan ke empat dengan nilai 91,75, kualifikasi informatif. Penetapan tersebut tertuang dalam surat keputusan (SK) KI Provinsi Banten nomor 096/SK-BP/KIBANTEN/XI/2019.
Kepala Diskominfosatik Kabupaten Serang, Anas Dwi Satya Prasadya berharap dengan monev KIP, pihaknya bisa belajar lebih banyak bagaimana supaya bisa lebih meningkatkan keterbukaan informasi publik. Pada dasarnya, Pemkab Serang melalui Diskominfosatik sudah melakukan berbagai inovasi dalam pelayanan informasi kepada masyarakat.
“Hanya tinggal bagaimana warga secara umum mengaksesnya, kalau pemerintah sudah membuka satu pintu dalam pelayanan informasi,” jabarnya.
“Selain itu adanya aplikasi sialip masyarakat bisa melakukan permohonan informasi secara online, sehingga diharapkan masyarakat dengan cepat bisa menerima atau mengatahui informasi yang diminta secara cepat, tepat, dan akurat,” terangnya.
Sementara Pjs Bupati Serang, Ade Ariyanto menyampaikan, berdasarkan masukan dari KI Provinsi Banten terkait anggaran untuk PPID pihaknya memastikan mendukung penuh.
Namun, untuk saat ini karena pandemi virus corona atau Covid-19, yang pasti daerah akan lebih fokus terlebih dahulu dalam penangangan wabah.(muh)















