SERANG – Pasca meloloskan sembilan atlet di lima nomor ke Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 Papua, Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (Pengprov IPSI) Banten langsung menggeber Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda). Hal ini disampaikan Ketua Umum Ajat Sudrajat.
Kata dia, persiapan menuju Bumi Cenderawasih (julukan Papua) harus lebih maksimal ketimbang ke babak prakualifikasi.
“Kan kami ingin menyumbang medali. Jadi pelatda wajib dilaksanakan lebih awal,” papar Ajat kepada awak media, Jumat (6/12/2019).
Mulainya sendiri, kata Ajat, setelah para atlet menjalani tes fisik yang diagendakan KONI Banten pada Sabtu (7/12/2019).
“Ada tes fisik, setelahnya gong Pelatda PON cabang olahraga (cabor) pencak silat kami gaungkan,” ucapnya.
Ia menjelaskan, tes fisik yang diselenggarakan KONI Banten besok, bekerjasama dengan laboratorium sport science Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Universitas Pendidikan Indonesia (FPOK-UPI). Dan menggunakan metode pengukuran teknologi digital.
“Semoga saja, dengan menggunakan program yang sudah modern, bisa semakin meningkatkan kemampuan atlet untuk lebih berprestasi lagi,” harapnya.
Sekedar informasi, sembilan atlet pencak silat yang melaju ke PIN XX/2020 Papua adalah Sefi Jaya (kelas F putra), Ely Syafitri (seni tunggal putri), Miftahul Husna dan Eni Sumiyati (seni ganda putri), Khalif Fatih Albar dan M Maulana (seni ganda putra). Selanjutnya Nouval, Meldi, dan Fajar (seni regu putra).(muh)










