SERANG – Pasca hancur diterjang banjir beberapa waktu yang lalu, dua jembatan di Kabupaten Lebak akan dibangun kembali oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.
Yaitu jembatan Ciberang dan Cinyiru. Soalnya, keduanya sangat dibutuhkan masyarakat sebagai akses penghubung.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Banten pun menargetkan pembangunan dua jembatan tersebut rampung dalam waktu delapan bulan.
Kepala DPUPR Banten, M Tranggono, membenarkan hal tersebut. Kata dia, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR terkait pembangunan dua jembatan yang merupakan kewenangan pemprov.
“Dari koordinasi oleh pusat, kita diingatkan untuk hati-hati dalam membangun. Kalau bangun pilar nggak bisa ditumpuk. Kalau ditumpuk, dipancang, kemungkinan selesai empat bulanan, tapi jadinya jembatan darurat,” katanya.
Ia mengungkapkan, pusat juga menyarankan untuk dua jembatan ini tidak dibangun sebagai jembatan darurat tapi jembatan permanen.
Makanya, pihaknya sekarang tengah melakukan kajian rehabilitasi Jembatan Ciberang dan Cinyiru. “Kita lagi cari bentang jalan 30 meter ada nggak di hulu dan di hilir. Karena kan dari 60 meter lebarnya sungai bisa 70 sampai 80 meter. Yang jelas kita disarankan jangan ada tiang pancang,” tuturnya.
Disinggung berapa biaya yang akan dialokasikan untuk perbaikan jembatan, dirinya membeberkan, akan menghabiskan Rp 200 juta untuk per meternya. “Totalnya belum karena masih dikaji,” jelasnya.(net)













