SERANG – Pasca diterjang banjir beberapa hari kemarin, para korban dan pengungsi di wilayah Banten mulai terserang penyakit.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten merilis bahwa kasus terbanyak yang melanda korban banjir adalah dermatitis atau peradangan kulit (1.530 orang).
Lalu ada juga ISPA (1.191 orang), Febris (853 orang), Gastritis (696 orang), Myalgia (655 orang), Hipertensi (433 orang), Cephalgia (300 orang), GE/Diare (179 orang), serta Dispepsia (141 orang). Sedangkan kasus-kasus lainnya di bawah 50 orang.
Kepala Dinkes Banten, Ati Pramuji Astuti, membenarkan hal tersebut. Bahkan, total yang telah mendapatkan layanan kesehatan di posko kesehatan Dinkes Pemprov Banten mencapai 6.111 orang. Dengan sebaran di Kabupaten Lebak 2.909 orang, Kabupaten Tangerang 1836 orang, Kota Tangerang Selatan 604 orang, Kota Tangerang 465 orang, dan Kabupaten Serang 297 orang.
“Korban jiwa atau hilang yang sudah dilaporkan mencapai 12 orang. Di Kabupaten Lebak korban meninggal delapan jiwa dan hilang satu orang. Di Kota Tangerang korban jiwa mencapai tiga orang,” ucapnya.
Untuk korban yang dirujuk ke rumah sakit, mencapai 27 kasus. “Kota Tangerang Selatan tiga orang, Kota Tangerang 22 orang, dan Kabupaten Lebak dua orang,” jelasnya.(muh)













