CILEGON – Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Cilegon menyampaikan hasil rilis Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) dari pusat, pada Senin (2/3/2020).
Di mana Kota Baja ada di urutan ke 84 dengan level empat.
Komisioner Bawaslu Kota Cilegon, Urip Haryantoni mengatakan, tingkat kerawanan paling tinggi di Kota Cilegon ada pada indikator rendahnya partisipasi pemilih.
Hal ini berdasarkan pengalaman di Pilkada 2015 lalu. Di mana angka partisipasi pemilih di Kota Cilegon hanya 63,51% dari data pemilih.
“Makannya, kalau di urut tadi, tingkat kerawanan paling tinggi di Cilegon ada di konteks data pemilu yang artinya partisipasi pemilih. Angkanya hanya 63,51%,” paparnya.
Urip melanjutkan, untuk yang berkaitan dengan partisipasi pemilih, pihaknya akan berkordinasi langsung dengan KPU sebagai lembaga yang berkewajiban untuk meningkatkan partisipasi pemilih. Sehingga dalam proses pilkada nanti, partisipasi pemilih bisa naik menjadi 70%.
“Ketika berkaitan dengan partisipasi pemilih, kami akan kordinasikan dengan KPU. Artinya nanti KPU berkewajiban bagaimana meningkatkan partisipasi pemilih, syukur-syukur bisa naik sampai angka 70 persen,” harapnya.
Pada kesempatan yang ada, dirinya juga mengajak kepada awak media sebagai bagian dari masyarakat, turut andil dalam peningkatan partisipasi pemilih.
“Teman-teman media kan bisa menyampaikan informasi kepada masyarakat luas melalui medianya masing-masing,” tutupnya.(aji)











