SERANG – Guna memantau ketersediaan dan pendistribusian pangan selama pandemi virus corona atau Covid-19, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang membentuk Satuan Tugas (Satgas). Hal ini disampaikan Asda I Bidang Administrasi Pembangunan, Adjat Gunawan.
Kata dia, pembentukan satgas pangan daerah itu merupakan tindak lanjut dari instruksi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Menjaga Ketahanan Pangan Nasional.
“Kalau arahan Sekjen Kemendagri, satgas tersebut diketuai Sekretaris Daerah dan untuk anggotanya adalah Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP),” kata Adjat.
Kemudian Dinas Pertanian (Distan), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Bappeda), TNI-Polri, dan Bulog Sub Divre Serang. “Satgas ini memiliki tugas untuk mengetahui keberadaan pangan dan pendistribusian pangan yang ada di daerah. Datanya harus dilaporkan ke pusat sebagai bahan pengambil kebijakan yang akan dilakukan oleh pemerintah pusat. Untuk di Kabupaten Serang sendiri, baik dari ketersediaan maupun pendistribusian tidak ada masalah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tugas satgas monitoring ketahanan pangan daerah berbeda dengan dewan ketahanan daerah yang sudah ada. “Sebetulnya kalau di dewan ketahanan pangan sudah bisa melaporkan secara berkala sebulan sekali, tapi kalau untuk satgas monitoring, intens melaporkannya setiap hari,” bebernya.
Kepala DKPP Kabupaten Serang Suhardjo menyampaikan, hingga sekarang stok pangan di Kabupaten Serang masih terbilang aman terutama beras dan telur.
“Untuk di Kabupaten Serang sejauh ini untuk kebutuhan bahak pokok masih aman, kecuali untuk bawang merah yang harganya terus naik karena memang permintaannya cukup tinggi dan stoknya terus berkurang. Itu juga yang menjadi perhatian kita,” kata Suhardjo.
Dirinya berharap, dengan adanya satgas monitoring ketahanan pangan daerah tersebut, ketersediaan bahan pokok di Kabupaten Serang terutama untuk bawang merah dan bawang putih selalu tersedia.
“Dengan adanya satgas monitoring, pangan kan terkait ketersediaan dan harga pangan setiap hari dilaporkan ke pusat dan diharapkan ketika ada kekurangan bisa langsung disuplai dari pusat,” tutupnya.(muh)













