JAKARTA – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan dua produsen elektronik, Sharp Corporation dan LG Electronics akan merelokasi pabriknya ke Indonesia. Ini merupakan imbas dari perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.
Airlangga menjelaskan, kedua perusahaan sudah memiliki basis produksi di Indonesia. Sehingga apabila terjadi relokasi pabrik, maka akan bersifat ekspansi.
“Jadi, sifatnya ekspansi. Salah satunya karena mereka sudah punya pengalaman di Indonesia, dan di sini dinilai sudah stabil,” kata Airlangga dalam keterangan tertulis Kementerian Perindustrian, dikutip Selasa (18/6/2019).
Tapi, ia mengatakan masih terus memantau perkembangan rencana perluasan pabrik dua industri elektronika besar tersebut. Pembahasan mengenai relokasi pabriknya sendiri sudah dilakukan sejak lama menurut Airlangga.
“Kami masih monitor sampai mereka realisasi. Pembahasannya sudah lama,” katanya.
Sementara Direktur Industri Elektronika dan Telematika (Kemenperin), Janu Suryanto menuturkan bahwa Sharp akan merelokasi pabrik mesin cuci dua tabungnya. Awalnya pabrik berada di Thailand dan direlokasi ke pabrik di Karawang International Industrial City (KIIC).
“Peresmian ekspansi pabrik Sharp akan dilakukan bulan depan, jadi nanti ada penambahan lini produksi. Ini juga untuk pasar ekspor. Mereka akan menyerap ratusan tenaga kerja,” ujar Janu.
Lalu industri yang kedua, LG akan merelokasi pabrik pendingin ruangannya, yang awalnya berdada di Vietnam ke fasilitas produksi yang ada di Legok, Tangerang. Produksinya akan mulai pada September nanti.
“Mereka akan mulai produksi dan mulai dipasarkan pada September 2019 sebanyak 25 ribu unit. Selanjutnya, jumlah produksinya ditargetkan naik menjadi 50 ribu unit,” bebernya.
Investasi yang dikucurkan pun menurut Janu telah mencapai ratusan miliar rupiah. Dia berharap produksi dari kedua pabrik bisa juga menjadi komoditas ekspor Indonesia, setidaknya ke negara di Asia Tenggara.
“Ya, paling tidak nanti bisa di ekspor (juga) ke ASEAN. Investasi Sharp dan LG sekitar ratusan miliar rupiah,” pungkasnya.(detik.com)















