SERANG – Terancam tanpa dana try out dan try in jelang berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 papua, tak menyurutkan niat cabang olahraga (cabor) layar untuk optimal membina atlet. Bahkan Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia (Pengprov Porlasi) tetap mengagendakan ujicoba ke luar negeri.
Bila tak ada halangan, para atlet layar Banten akan diberangkatkan ke Singapura dan Malaysia dalam waktu dekat.
Seperti diketahui, anggaran pelaksanaan try out dan try Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) PON XX/2020 Papua ingin ditiadakan lantaran dana hibah yang diterima KONI Banten minim. Hanya Rp 45 miliar untuk membiayai seuruh kegiatan KONI sepanjang 2020.
Ketua Pengprov Porlasi Banten, Asep Yusuf Syahrir menyatakan, pihaknya tetap memberangkatkan atlet ke luar negeri meski dana try out belum pasti karena memang sudah menjadi program pelatda. Pihaknya tidak ingin kemampuan atlet mengalami penurunan lantaran gagal menjalani ujicoba ke luar negeri.
“Kami akan kirim bergantian. Pada 5 Februari 2020, kita berangkatkan Dexy Priany dan Ratiah pada kejuaraan windsurfing di Singapura. Lalu kami boyong lagi ke Malaysia untuk perahu layar pada Maret dan Juni,” ungkapnya.
Lebih jauh ia menyatakan, kebutuhan atlet layar melakoni try out, terkait kebutuhan atlet untuk menambah pengalaman menghadapi kendala angin dan cuaca di tempat berbeda. Dengan begitu, saat menjalani PON XX/2020 di Papua, atlet sudah punya pengalaman bagaimana memacu perahunya dengan kondisi cuaca serta angin yang ada di Bumi Cenderawasih.
Dengan semakin banyaknya pengalaman bertanding di beberapa tempat, Asep berharap peningkatan kemampuan atlet tak hanya dalam hal adaptasi cuaca namun juga dari sisi teknik, taktik dan mental bertanding.
“Yang jelas banyak manfaatnya menjalani try out, ini akan membuat atlet Banten semakin kompetitif,” ulasnya.
Diakuinya, pihaknya memilih Singapura dan Malaysia karena secara kemampuan atlet dua negara tersebut diatas atlet Indonesia. Terlebih lagi atlet-atlet Malaysia yang dalam beberapa kejuaraan tingkat Asia merupakan atlet papan atas.
“Bahkan ada beberapa atlet Malaysia merupakan atlet jebolan Olimpiade,” bebernya.
Sementara soal peluang di PON Papua, dirinya mulai memetakan kekuatan atlet Banten dan juga dari provinsi lain. Di mana dari tujuh atlet layar Banten, pihaknya memprediksi dua atlet berpotensi meraih medali emas.
“Kalau saya lihat dari penampilan sekarang, potensi ada di Kirana Wardojo dan Kasih Anatasia Putri Laura. Keduanya atlet PJP. Sementara yang lain potensinya masih 50 persen, termasuk Roger Wardojo yang tampil di nomor International 420, karena dia sekarang tampil berdua,” tukasnya.(muh)













