SERANG – Pada pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX, Banten dipastikan kehilangan dua cabang olahraga (cabor) andalan yang jadi lumbung medali mereka. Kepastian didapat, berdasarkan hasil Rapat Anggota Tahunan (RAT) KONI Provinsi Papua yang menetapkan hanya akan mempertandingkan 46 cabor.
Empat puluh enam cabor tersebut adalah aerosport, akuatik, anggar, angkat besi, angkat berat dan binaraga.
Lalu ada atletik, balap sepeda, bermotor, baseball/softball, biliar, bola basket, bola voli, bridge, bulutangkis, catur, cricket, dayung, golf, gulat, hoki, judo, karate, kempo, layar, menembak, panahan, pencat silat, selam, senam, sepakbola, dan futsal.
Selanjutnya sepak takraw, sepatu roda, ski air, taekwondo, tenis, tenis meja, tinju, wushu, tarung derajat, dansa, gateball, woodball, petanque, muaythai, soft tenis, rugby, dan panjat tebing.
Sekretaris Umum KONI Papua, Kenius Koyoya membenarkan hal tersebut. Kata dia, sebanyak 46 cabor yang sudah difinalisasikan, hanya ada satu penambahan yakni panjat tebing.
“Hanya 46 cabor saja yang akan kami pertandingkan dan ada tambahan satu, yakni panjat tebing,” papar Kenius kepada sejumlah wartawan usai penutupan RAT KONI Papua, Sabtu (2/3/2019).
Sementara untuk sub cabor, berjumlah 70 dan sekitar 747 nomor yang akan diperlombakan. Tapi belum termasuk dengan panjat tebing. Begitupun dengan cabor Rugby yang mengusulkan adanya penambahan satu nomor.
“Sekitar 70 sub cabor dan sekitar 747 nomor yang kami sudah sahkan. Hanya saja belum termasuk tambahan panjat tebing tadi,” jelasnya.
“Nomor juga sebenarnya sudah clear. Namun masih ada satu tambahan dari cabor rugby, tapi nanti akan pertimbangkan lagi dan bahas dengan KONI pusat apakah penting. Karena kembali lagi ke masalah prestasi dan prospek untuk Papua,” sambungnya.
Atas hasil rapat tersebut, Kenius berharap, apa yang sudah dirumuskan mudah-mudahan bisa dikawal dengan baik untuk menuju sukses PON XX.
Sementara Ketua Umum KONI Banten, Rumiah Kartoredjo menjelaskan, penetapan 46 cabor oleh RAT KONI Papua membuat Banten kehilangan lumbung medali. Pasalnya tidak ada drum band dan berkuda yang jadi andalan.
“Drum band waktu di PON XIX Jawa Barat dapat tiga emas dan berkuda satu emas. Sangat disayangkan sekali lumbung medali kami berkurang,” kata Rumiah.
Meski demikian, wanita yang pernah menjabat sebagai Kapolda Banten sudah menyiapkan cabor andalan lainnya. Seperti muaythai, petanque, woodball, dan judo.
“Semoga mereka bisa mengantikan empat emas yang hilang,” harapnya.
Dirinya pun meminta kepada seluruh cabor lainnya untuk fight dan meloloskan banyak atlet ke PON XX melalui babak prakualifikasi tahun ini. “Supaya peluang meraih medali semakin terbuka lebar. Apalagi kami menetapkan yang berangkat PON hanya peringkat tiga besar di babak prakualifikasi,” tegasnya.(net/anm)














