SERANG – KONI Banten memaparkan kebutuhan anggaran mereka demi menunjang prestasi olahraga Banten untuk 2020 mendatang. Khususnya untuk mendukung keikutsertaan Banten pada multi event Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua.
Hal ini diungkapkan pihak KONI Banten saat beraudiensi dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Banten, Al Muktabar di ruang kerjanya, Kamis (8/8/2019).
Diketahui, dalam rapat tersebut, rombongan KONI Banten dipimpin oleh Ketua Umum Rumiah Kartoredjo, lalu Wakil Ketua 1 Mediawarman, Wakil Ketua 2 Engkos Kosasih, Sekretaris Umum Sutaryono, Wakil Sekretaris Umum Djajuli Hasan, dan Kabid Humas dan Media Yosa Sayata.
Rumiah mengatakan, KONI Banten mewakili Provinsi Banten dalam perhelatan olahraga babak Prakualifikasi PON tahun ini. Terhitung ada delapan cabang olahraga yang telah mengikuti Pra-PON, sehingga masih ada sekitar 40 cabor lain yang menunggu pelaksanaannya.
Lalu, ia pun memaparkan prestasi Banten pada ajang PON XIX di Jawa Barat 2016 lalu, yang menempati peringkat 13 klasemen akhir. Sedangkan pada PON XX di Papua nanti, Banten ditargetkan peringkat 10 besar oleh Gubernur Banten Wahidin Halim.
“Untuk mewujudkan target yang dibebankan, KONI Banten telah melakukan beberapa upaya. Salah satunya menggelar Pelatda Jangka Panjang (PJP), serta memberikan bantuan kepada cabor non PJP untuk bisa menggelar Pelatda menjelang Pra-PON,” katanya.
Menurut Mantan Kapolda Banten ini, pihaknya sebenarnya ingin meloloskan lebih banyak cabor ke PON Papua nanti. Namun yang menjadi pertimbangan tidak hanya kuantitas saja, melainkan juga kualitas.
“Oleh karenanya, KONI Banten menerapkan aturan bagi atlet yang akan dikirim ke Papua nanti. Di mana harus bisa menempati peringkat tiga besar di Pra-PON, baru dikirim. Itu dilakukan karena cost yang tinggi dan lokasi yang jauh pada PON XX, sehingga membutuhkan pendanaan yang tidak sedikit. Maka seleksi dan pembatasan terpaksa harus dilakukan,” terangnya.
Pada kesempatan yang sama, dirinya juga meminta bantuan kepada Sekda Banten, agar mendukung program KONI untuk 2020 nanti. Utamanya yakni dalam hal pendanaan, karena dipastikan untuk ikutserta dalam PON XX membutuhkan biaya yang lebih besar dibanding pada PON XIX di Jawa Barat.
Sementara Sekretaris Daerah Banten, Al Muktabar berterima kasih atas laporan yang telah diberikan KONI Banten, terhadap perkembangan olahraga, prestasi Banten pada 2019, dan rencana di 2020. Oleh karena itu, pihaknya berjanji akan mendukung segala kebutuhan dari KONI Banten, dengan tetap memperhatikan prioritas pembangunan di bidang lain.
“Olahraga juga mempertaruhkan nama besar Banten, karenanya sudah sepatutnya Pemprov Banten juga memberikan dukungan maksimal,” pungkasnya.(muh)















