SERANG – Persatuan Pengamanan Dalam Indonesia (PERADA) Regional Banten berharap ada penyesuaian upah di tahun depan. Hal ini disampaikan saat jajaran PERADA regional Banten beraudiensi dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Banten Al Muktabar yang Didampingi Asda III Syamsir selama 30 menit di Pendopo Gubernur, KP3B, Kota Serang, Selasa (6/10/2020).
“Ya, benar hari senin tanggal 5 oktober 2020 kami diterima audiensi oleh pak sekda yang didampingi pak Asda III, sebagai tindak lanjut dari surat permohonan audiensi kami bulan kemarin. Mungkin baru hari ini pak sekda ada waktunya, dan kita sangat mengapresiasi itu. Sesuai pada protokol kesehatan saya tidak bawa banyak-banyak orang,” ujar Ketua Umum PERADA regional Banten Asep Bima.
Asep menyampaikan beberapa point pokok aspirasi pekerja Pengamanan Dalam (Pamdal) yang bekerja dilingkup KP3B. Diantaranya terkait situasi pandemi virus corona atau Covid-19 yang membuat pekerja pamdal kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.
Pasalnya, sebelum pandemi merebak, para pekerja pamdal dapat mencari sampingan di luar jam kerja. Namun setelah pandemi Covid-19 muncul, pekerja pamdal kerap kesulitan dalam mencari tambahan di luar upah pokok.
Ia juga menyinggung anggaran pinjaman dari pusat, yang mana dana tersebut sebagian dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur dan pembangunan sport center. Selanjutnya yang terakhir, pengakuan legalitas murni pekerja dengan diberikanya Surat Keputusan (SK) satu pintu oleh pak gubernur, seperti guru SMA/SMK.
Meski belum ada jawaban kongkreat dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, terkait aspirasi yang telah disampaikan, namun dirinya berharap sekda dapat membawa aspirasi mereka ke rapat TAPD dan menyampaikanya langsung ke Gubernur Banten sebagai langkah tindak lanjut. (dhan/muh)















